Jumat, 6 November 2026

Tahun Depan, Kemendikdasmen Kembali Buka Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA

Laporan oleh Akira Tandika Paramitaningtyas
Bagikan
Prof. Dr. Abdul Mu'ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah saat diwawancarai oleh awak media, Surabaya, Selasa (7/4/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) siap membuka kembali penjurusan di jenjang pendidikan sekolah menengah atas (SMA) melalui jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Bahasa, mulai tahun ajaran 2027/2028.

Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengatakan, pembukaan kembali jurusan tersebut bertujuan memperkuat pengetahuan dasar murid jenjang pendidikan SMA agar lebih siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan yang diminati.

“Yang nanti juga akan kami berlakukan mulai tahun pelajaran 2027/2028 adalah dibukanya kembali jurusan. Ini paling tidak ada jurusan yang sudah biasa dulu diselenggarakan: IPA, IPS, dan juga Bahasa,” katanya, melansir Antara, Jumat (6/11/2026).

Dia mengatakan, saat ini pihaknya sedang merancang kemungkinan modifikasi penjurusan dengan mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan serta kesiapan murid SMA untuk memasuki jenjang pendidikan perguruan tinggi.

Menurutnya, salah satu pertimbangan pembukaan kembali jurusan adalah kondisi pengetahuan dasar (foundational knowledge) mahasiswa baru yang dinilai belum sesuai dengan harapan.

Dia menilai penguatan pengetahuan dasar sejak jenjang SMA diperlukan agar mahasiswa memiliki bekal keilmuan yang lebih baik ketika memasuki pendidikan tinggi.

“Dengan dibukanya kembali jurusan, kami tentu saja berharap agar para murid, khususnya SMA, memiliki basis knowledge yang lebih baik, sehingga ketika mereka masuk ke jenjang perguruan tinggi akan lebih siap lagi sesuai dengan bidang keilmuannya,” ujar Mu’ti.

Dia menjelaskan arah kebijakan penjurusan tersebut sebenarnya telah mulai dibangun secara bertahap melalui pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan sejak tahun lalu.

Dalam TKA, kata Mu’ti, murid juga mengikuti mata pelajaran pilihan yang dapat disesuaikan dengan orientasi studi mereka ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Lebih lanjut, Mu’ti mengatakan hasil TKA mulai dimanfaatkan sebagai salah satu aspek dalam penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi melalui jalur non tes.

Dengan demikian, penguatan penjurusan di jenjang pendidikan SMA diharapkan dapat berjalan selaras dengan persiapan murid memasuki pendidikan tinggi, baik dari sisi penguasaan materi maupun pilihan bidang keilmuan.(ant/kir/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Jumat, 6 November 2026
30o
Kurs