Rendahnya ongkos jasa pengangkutan di Pelabuhan Tanjung Perak, sebanyak 1000 unit kendaraan milik Organda tidak beroperasi.
KODI LAMAHAYU Ketua DPC Organda (Organisasi Angkutan Darat) khusus Tanjung Perak pada suarasurabaya.net, Sabtu (24/11), mengatakan, dari 4500 unit kendaraan yang beroperasi hanya 3500 unit. Ongkos angkutan yang diterima anggota Organda ditargetkan Rp 1 juta per unit per hari, kenyataannya hanya Rp 400 ribu per unit per hari.
“Kalau dapat Rp 400 ribu saja, bisa dikatakan cukup baik. Tapi ini belum mampu menutupi biaya operasional dari perusahaan jasa angkutan darat. Bahkan dari 170 perusahan angkutan, 4 diantaranya bangkrut,”tukasnya.
Menyikapi rendahnya ongkos angkut di pelabuhan Tanjung Perak, ungkap KODI, Organda menyusun program untuk 2008. Program tersebut berupa pembayaran dengan sistem warkat. Jika ada perusahaan mengirim 10 kontainer dan barangnya ingin diangkut Organda, maka harus membayar lebih dulu ke Organda. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

