Jumat, 16 Oktober 2026
IHSG Diprekdisi 3000-3500

Arus Modal Membanjiri Indonesia

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia masih cukup kuat di 2008. Bahkan di tengah iklim makroekonomi dan stabilitas politik serta pengaruh inflow global, target IHSG di kisaran 3000-3500.

Target tersebut akan tercapai dengan asumsi, tingkat suku bunga domestik 7,5%, The Fed 4,25%, pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,4% serta pertumbuhan ekonomi global seperti China 10% dan inflasi Indonesia di kisaran 6%-7%,

Kisaran IHSG tersebut, kata FENDI SUSIYANTO VP Head, Research and Strategic Supporting Service PT BNI Securities, optimis bisa dipenuhi mengingat belum semua sektor yang bergerak kecuali sektor pertambangan, finansial, agrikultur dan infrastruktur. Malahan, di tahun 2008 nanti, arus modal begitu deras masuk ke Indonesia.

Alasannya, ungkap FENDI pada suarasurabaya.net, Senin (19/11), tiga negara di Asia yakni China, India dan Indonesia pertumbuhan ekonominya lebih dari 6%. China pertumbuhan ekonomi 11% dan India 8%. Pertumbuhan ekonomi yang terjadi sangat berpengaruh terhadap pergerakan di capital market (pasar saham) dengan meningkatnya indeks.

Menurut FENDI, Indonesia (Jakarta Composite Index) memberikan return yang tinggi sampai 51% per tahun dalam dolar Amerika. Posisi kedua, India dan ketiga China. Sebaliknya, berdasarkan develop market di Amerika, Hong Kong dan Jepang, capital market tidak memberikan return signifikan.

“Dow Jones Industry beri return 11,99% dan Nikkei Index hanya 15,43%. Dibandingkan Jakarta Composite Index sebesar 51,57%. Melihat kondisi ini, semuanya akan membidik Asia atau Indonesia karena pertumbuhannya sangat besar sekali dibanding kedua negara,”paparnya.

Pergerakan masuknya asing ke bursa saham, FENDI menilai, sangat sustainable, konsisten dan tidak peduli ada subprime mortgage maupun pemilu. Mereka akumulasi aset-aset saham di Indonesia. Sampai 2005, jumlah aset sekitar Rp 48 trilyun.

Untuk Obligasi (surat hutang negara), FENDI memprediksi, menjadi suplai sangat besar sekitar Rp 60 trilyun untuk 2008. Tinggal mengatur distribusinya baik antara perbankan, investor dan institusi investor sehingga tidak menganggu pricing.

“Corporate bond tetap menarik sepanjang suku bunga rendah. Dan yang marak obligasi dari sektor finansial karena sifatnya berjangka pendek dan yield lebih tinggi,”tukasnya.

Sedangkan pasar Reksadana sampai akhir 2007 mendekati angka Rp 90 trilyun. Di 2008 , pasar reksadana lebih banyak didominasi reksadana saham dan reksadana campuran. Untuk reksadana fixed income juga masih diminati. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
36o
Kurs