Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) masih memberi kesempatan kali kedua pada PT Telkom Tbk untuk pembukaan kode akses SLJJ 017 hingga 30 November 2007. Sebelumnya, kesempatan pertama sudah habis masa berlakunya pada 30 Oktober lalu.
HERU SUTADI Anggota BRTI pada suarasurabaya.net, Selasa (20/11), mengatakan, kalau kesempatan ini Telkom tetap tidak melakukan pembukaan kode akses SLJJ 017, terpaksa akan diberi sanksi. “Hanya saja bentuk sanksinya belum kita bahas. Tapi yang jelas sanksi sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,”ujarnya.
Menurut HERU, sambil menunggu deadline ke Telkom dipenuhi atau tidak, saat ini ada Tim Independen yang melakukan kajian soal pembukaan kode akses SLJJ 017 di lima kota yakni Jakarta, Surabaya, Denpasar, Batam dan Medan. Tim Independen tersebut beranggotakan diantaranya dari Departemen Keuangan, Kementerian BUMN, dan akademisi dari ITS hingga ITB.
Kajian yang dihasilkan nantinya, kata HERU, akan dijadikan masukan BRTI dalam menyelesaikan persoalan Telkom dengan pembukaan kode akses SLJJ 017. Alasan yang pernah disampaikan pihak Telkom ke BRTI jika melakukan pembukaan kode akses SLJJ, akan merugikan negara, pendapatan Telkom menurun dan operator bisa menggunakan teknologi lain jika ingin bermain di jalur SLJJ tanpa harus membuka kode akses SLJJ 017.
Telkom, ungkap HERU, sebenarnya sudah mendapatkan satu paket kompensasi pengganti pembukaan kode akses SLJJ yakni uang sebesar Rp 478 milyar, akses 15 Megahertz di frekuensi 1800 Megahertz dan tiga kode akses SLI.
“Untuk uangnya, baru dicicil pemerintah dengan APBN sebanyak tiga kali dengan besaran masing-masing Rp 90 milyar. Sebenarnya fokus pembukaan kode akses tidak hanya disediakan bagi operator Indosat saja tapi arahnya kita membuka peluang SLJJ baru. Bahkan akhir tahun ini, pemerintah buka tender terbuka SLJJ baru,”paparnya.
Menanggapi penundaan pembukaan kode akses SLJJ 017 oleh Telkom, Indosat belum menghitung secara angka. Yang pasti, menurut ASEP SUHENDI Group Head Indosat wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusra yang ditemui suarasurabaya.net di sela HUT Indosat ke-40 sekaligus peluncuran “Hujan Motor Poin ++”, Indosat kehilangan banyak peluang.
“Dari sisi opportunity memang kita kehilangan banyak. Hanya saja secara angka kita belum dapat dari pusat. Apalagi kesempatan akses SLJJ belum maksimal,”ujarnya.
ASEP menjelaskan prosentase dari kontribusi trafik, koneksi SLJJ Indosat cukup tinggi. Tapi secara income, produk SLJJ tidak terlalu banyak diperhitungkan. Untuk pencapaian target Indosat, masih didominasi 75% dari selular dan 25% non selular atau fix MIDI. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

