Produk dalam negeri sampai saat ini terkendala masuknya barang impor baik legal maupun ilegal. Akibatnya, daya saing kita terpuruk. Ini disampaikan ARDIANSYAH PARMAN Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan usai membuka Pameraya Surabaya 2007 di Convention Hall, Kamis (28/06).
Departemen Perdagangan terus berupaya meningkatkan daya saing,dan penjualan produk unggulan. Satu diantaranya, melalui pameran dagang, {clip*1}.
ARDIANSYAH mengakui pameran merupakan cara paling efektif. Pasalnya, dalam ajang seperti ini, tidak hanya membuka transaksi, tapi juga membuka akses dan memperluas pasar. “Secara tidak langsung juga akan memperluas pasar produk-produk unggulan kita, baik didalam maupun luar negeri,” tandasnya.
Adapun produk unggulan dari Indonesia , terbanyak dari pertanian, handicraft atau kerajinan, furniture, dan produk pengolahan. Pameran juga menjadi satu agenda dalam programnya. Hal ini, berimbas pada peningkatan nilai ekspor.
Tahun ini, ekspor dari produksi dalam negeri ditargetkan mencapai 14,5%. Ajang pameran terbesar yang telah menjadi programnya, yakni Pameran Produk Ekspor (PPE), yang akan dihelat pada Oktober 2007.
Selain melalui pameran, pihaknya juga melakukan langkah jemput bola, melalui International Trade Promotion Center (ITPC), yang terdapat di negara tujuan ekspor. ITPC merupakan lembaga “intel” pemerintah untuk melihat pasar-pasar mana yang masih potensial untuk dimasuki.
ARDIANSYAH mengatakan untuk pemasaran dalam negeri, pemerintah mendesak para pengelola mal dan ritel untuk menyiapkan space atau tempat, untuk mempromosikan produk unggulan. Untuk itu, ia menginginkan adanya perbaikan kualitas, sehingga meski banyak gempuran produk ilegal yang masuk, produk kita tetap bisa eksis..
Selain kualitas, juga diharapkan adanya peningkatan branding dan penentuan harga yang bersaing. Keduanya penting, karena ini merupakan bagian dari pembentukan imej terhadap produksi dalam negeri.
Pameraya Surabaya 2007 ini, melibatkan 150 peserta terdiri dari pemerintah pusat dan daerah, yang mencapai 25 peserta. Disusul BUMN/BUMD sebanyak 12 peserta. Ditambah satu stan dari negara tetangga, Malaysia , yang menampilkan wisata kesehatannya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

