Mengantisipasi musim ramai saat liburan tahun ini, Garuda menambah jam terbang untuk rute Surabaya-Jakarta. Ini ditujukan karena rute Surabaya-Jakarta merupakan rute gemuk dan selalu fully booked saat peak season.
WEMPI OHOIWUTUN Marketing and Sales Manager Garuda kantor Surabaya pada suarasurabaya.net, Senin (25/06), mengatakan penambahan jam terbang terjadi pada pukul 21.00 WIB setiap hari. Dengan penambahan jam terbang ini diharapkan keinginan masyarakat Surabaya yang akan berlibur ke Jakarta bisa terakomodasi.
Di sisi lain, tingkat load factor terjadi peningkatan menjelang akhir bulan hampir di seluruh rute Garuda. Pada hari normal, biasanya load factor di kisaran 78%-80%, saat ini menunjukkan peningkatan di 80%-85% seperti rute Surabaya-Jakarta. Sedangkan rute Surabaya ke kota-kota Cina seperti Beijing, Shanghai dan Guangzhou load factor normal 60%-75% menjadi 80%-85%.
Untuk rencana extra flight, WEMPI menjelaskan, sebenarnya kantor Surabaya sudah mengajukan proposal ke pusat. Hanya saja belum ada keputusan apakah extra flight dibolehkan atau tidak.
“Selama ini Surabaya-Jakarta sudah ada 18 kali penerbangan. Sedangkan rute Surabaya-Beijing tetap 5 kali seminggu, Surabaya-Shanghai 4 kali seminggu dan Surabaya-Guangzhou 5 kali seminggu,”paparnya.
Jenis pesawat yang digunakan, kata WEMPI, tidak ada perubahan jenis Boeing 737-300 dan Boeing 737-400 yang memiliki sekitar 318 seat. Dari sisi tarif, juga sama dengan kondisi normal.
Hanya saja, menurut WEMPI, terkadang masyarakat salah persepsi dan menyangka ada kenaikan tarif. Padahal karena tarif untuk subclasses terendah yakni V dengan tarif Rp 300 ribu Surabaya-Jakarta sudah habis, masyarakat harus beli di subclasses dengan tarif lebih tinggi.
“Sampai Juni ini subclasses V sudah habis, tinggal subclass B,L, N dan Y. Semuanya merupakan kelas ekonomi. Jadi bukan ada kenaikan tarif tapi tarif dengan subclasses terendah sudah habis,”ujarnya.
Bagi penumpang yang menggunakan maskapai Garuda dalam liburan panjang tahun ini, saran WEMPI, hendaknya tetap memenuhi aturan yang ada. Diantaranya, 2 jam sebelumnya sudah berada di bandara, tidak membawa air mineral penuh dalam botolnya, serta hati-hati membawa barang-barang yang kadar explosive-nya tinggi seperti korek api. Untuk perjalanan jarak pendek, hendaknya tidak membawa bagasi lebih dari 20 kg. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

