Senada bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Penanaman Modal Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar workshop bagi pelaku usaha di Kecamatan Taman Sidoarjo, Selasa (06/03) besok.
Senada Indonesia Competitiveness Program (program peningkatan daya saing di Indonesia) yang dibiaya USAID, berharap agar pelaku usaha di dunia industri bisa meningkat daya saingnya baik di pasar dalam negeri maupun internasional.
Dr.ILYAS SAAD Senior Economic Advisor Senada pada suarasurabaya.net, Senin (05/03), mengatakan daya saing pelaku usaha di Indonesia sangat penting ditingkatkan karena berdasarkan berbagai studi di Indonesia menunjukan daya saing pelaku usaha merosot. Satu diantara indikatornya, produktivitas makin menurun dan profesionalisme pelaku usaha mulai pudar.
Persoalan yang sering dihadapi UKM, kata ILYAS, legalitas, formalitas, perijinan dan kemampuan negoisasi dengan para rekanan. Padahal rekanan butuh jaminan dan harus dipenuhi melalui status bahwa UKM formal mememiliki ijin dan sebagainya sehingga bisa dipercaya melakukan deal bisnis. Ini juga persyaratan menjadi profesional dan produktif.
Melalui workshop besok, Senada mencoba membangkitkan daya saing pelaku usaha baik dari produktivitas maupun profesionalisme dengan dua pendekatan yakni langsung memberikan teknikal asisten pelaku usaha, membedah perusahaan itu dan memberi asisten yang dibutuhkan.
“Senada juga mencoba memperbaiki lingkungan dunia usaha bekerjasama dengan stakeholder terutama pemerintah lokal dan pusat agar perusahaan secara bisa internal kompetitif, produktif dan di eksternal punya peluang lebih berkembang. Kita berharap dengan Sidoarjo ini bisa diikuti kabupaten/kota lainnya di Indonesia,”ujarnya.
Sementara itu CAESAR LAYTON Industry Value Chain Advisor Senada mengatakan ada beberapa alasan kenapa Sidoarjo dipilih untuk diajak kerjasama. Alasannya, antara lain, Sidoarjo sudah cukup maju dalam perijinan termasuk program one stop service.
Ini peluang untuk memberikan dukungan penuh pada program tersebut dengan mempertemukan antara kebutuhan dan pelayanan. Sidoarjo, kata LAYTON, Senada pendukung melalui kerjasama dengan pemerintah untuk memperbaiki proses perijinan. Meyakinkan pengusaha bahwa dengan mendapat ijin dan menjadi formal jauh lebih baik daripada tidak mengurus ijin.
LAYTON menilai UKM dipilih Senada karena kenyataannya UKM lebih kuat dan mampu bertahan dalam kondisi apapun yang terjadi di Indonesia. Tingkat daya saingnya bisa ditingkatkan dengan cara yang diberikan Senada. Berikut penjelasan LAYTON, {clip*1}.
DIDIK SETIONO MSI Kadis Perijinan dan Penanaman Modal Kabupaten Sidoarjo menambahkan pihaknya telah mengantongi ISO 9001 versi 2000 untuk pelayanan publik. Bahkan Sidoarjo telah mempelopori adanya one day service di Indonesia.
Dengan adanya ISO 9001, kata DIDIK, akan memotivasi Sidoarjo dalam memberikan pelayanan publik. Untuk pengurusan ijin di Sidoarjo biayanya lebih murah jika UKM datang sendiri tanpa perantara pihak ketiga.
“Untuk SIUP cukup 3 hari dengan biaya Rp 100 ribu, badan usaha menengah Rp 250 ribu dan badan usaha besar Rp 500 ribu. Persyaratan tidak sulit dengan mengisi formulir yang disediakan. Workshop ini terbuka untuk umum dan kali pertama digelar di Kecamatan Taman yang merupakan wilayah industri di Sidoarjo,”pungkasnya.
NOW ON AIR SSFM 100

