Industri sepatu di Jawa Timur mengalami mati suri, meski dalam triwulan II tahun 2007 ini ada momen back to school. Target yang diharapkan sebesar 20%, kenyataannya baru terealisasi 6%.
SUTAN RP SIREGAR Ketua Asosiasi Pengusaha Retail Sepatu Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur pada suarasurabaya.net, Selasa (19/06), mengatakan kalau dalam triwulan II kondisinya seperti ini pihaknya tidak berharap banyak pada momen lebaran mendatang.
Kapasitas produk lokal, menurut SUTAN, tidak sampai 10 juta pasang per bulan. Padahal, asumsinya setiap bulan mulai April, Mei, Juni harus tambah 2 juta pasang atau 6 juta pasang tapi ternyata tidak tercapai.
Tidak tercapainya target penjualan produk sepatu lokal, kata SUTAN, karena permintaan pasar di Jawa Timur berkurang. Permintaan pasar yang menurun dipengaruhi impor barang sepatu atau sandal ilegal, yang sulit diketahui masuknya darimana.
“Kita bisa melihat produk impor ilegal atau produk dengan merek ‘tembakan’ mulai di Praban, Pasar Turi termasuk Hypermarket. Sebagai orang sepatu tahu, produk tersebut dibuat di Jawa Timur. Jika dikaitkan biaya produksi dengan harga retail rasanya tidak masuk akal kalau tidak ada sesuatu didalamnya,”ujarnya.
SUTAN memprediksi produk dengan merek ‘tembakan’ yang dilakukan pengrajin lokal memang tidak banyak atau kurang dari 5%. Justru yang berbahaya kalau produk kualitasnya prima namun dijual dengan harga miring. Ini perlu diwaspadai sebagai produk impor ilegal.
Hampir rata-rata sepatu sport mulai Adidas, Reebok, Nike, ungkap SUTAN. banyak yang aspal. Bahkan produsen pernah komplain akibat produk aspal yang menggunakan merek mereka.
Menyikapi kondisi seperti itu, kata SUTAN, seharusnya Pemerintah Pusat segera turun tangan. Pengawasan harus diperketat dan diwaspadai. Berikut penjelasan SUTAN, {clip*1}.
Pengusaha industri sepatu, ungkap SUTAN, selama ini memiliki dua tujuan yakni pasar ekspor dan domestik. Jika ekspor slow down karena musim, bisa dialihkan ke domestik.
Penjualan sepatu tahun lalu sempat tertolong dengan momen World Cup. Tahun ini hanya beberapa perusahaan besar yang bisa mendongkrak penjualan hinggal 20%, selebihnya rata-rata hanya 6% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Teks foto :
– Industri sepatu di Jawa Timur lesu meski ada momen back to school di triwulan II ini
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

