Jumat, 16 Oktober 2026
Libur Lebaran

Kegiatan Terhenti, Perusahaan Bayar Cost Delay

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Kegiatan pengangkutan barang oleh perusahaan pelayaran di pelabuhan akan menyesuaikan keputusan pemerintah dalam menetapkan 1 Syawal 1428 Hijriyah. Karena ini berpengaruh terhadap masa libur kegiatan di pelabuhan.

DOMINICUS DD Kepala Cabang Surabaya PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk pada suarasurabaya.net, Rabu (10/10), mengatakan jika penetapan 1 Syawal 1428 Hijriyah pada Sabtu (13/10), maka kegiatan pengangkutan barang harus berakhir Jumat (12/10) pukul 18.00 WIB. Kalau 1 Syawal ditetapkan Jumat (12/10) berarti kegiatan terhenti Kamis (11/10) sore.

Perusahaan pelayaran menyesuaikan jadwal penetapan Lebaran 1428 Hijriyah juga berdasarkan beberapa pertimbangan. “Banyak pekerja forklift dan buruh pelabuhan juga libur. Otomatis kalau kegiatan tetap dilanjutkan akan sulit juga. Jika pekerja dan buruh lembur dipelabuhan saat lebaran, mereka minta upah naik 4 kali lipat,”ujarnya.

Dari pemilik kapal yang terpaksa bersandar di pelabuhan karena memang lebaran dan masa libur nasional, kata DOMINICUS, harus membayar cost delay. Besaran cost delay tersebut tergantung kapasitas angkutnya. Misalnya, kapas berkapasitas 9000 ton, cost delay sebesar US$ 5000 per hari.

Dari Arpeni sendiri, ungkap DOMINICUS, menjelang lebaran ini ada kegiatan pengangkutan barang yang terpaksa tertunda. Seperti Kapal Qilia tujuan ke China yang mengangkut tapioka (gaplek).

Kapal Qilia ini mulai bersandar di pelabuhan Tanjung Perak, Senin (15/10). Proses pengisian muatan diperkirakan selesai pada Jumat (19/10). Setelah itu baru ke China.

Kapal MV Hanjani yang mengangkut pulp dari PT Indah Kiat untuk kebutuhan Tjiwi Kimia baru masuk pelabuhan Jumat (12/10). “Karena terbentur lebaran dan masa libur, kapal bersandar selama libur dan diperkirakan tanggal 19 atau 20 Oktober baru bisa dibongkar angkutannya,”papar DOMINICUS.

DOMINICUS menambahkan Arpeni juga mendapat tender mengangkut beras impor dari Vietnam ke Surabaya. Total beras yang diangkut 68 ribu ton. Saat ini tinggal, 25 ribu ton yang akan tiba di Surabaya, November mendatang. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
30o
Kurs