Senin, 19 Oktober 2026
Meneg BUMN

Konsolidasi Direksi PTPN Ditarget Akhir Maret

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

SUGIHARTO Menteri Negara BUMN menargetkan sebelum akhir Maret 2007 seluruh proses konsolidasi direksi di 15 PTPN (PT Perkebunan Negara) sudah selesai. Saat ini tinggal harmonisasi dan sinkronisasi.

Konsolidasi direksi merupakan bagian upaya meningkatkan kinerja PTPN sekaligus revitalisasi industri gula. Kata SUGIHARTO pada suarasurabaya.net, di sela Malam Penganugerahan Forum Masyarakat Gula Indonesia, di Shangri-La Surabaya, Jumat (23/03), dari anatomi laporan keuangan BUMN secara umum kecuali PTPN I, II dan PTPN XIV, cukup sehat.

Dilihat dari produsen gula, tingkat hutangnya rendah sekali (low leverage). Ia mencontohkan, PTPN X nyaris tidak ada hutangnya. Di samping itu, aset-aset produktifnya heavily under value.

“Misalnya PTPN X dengan 11 pabrik yang kapasitasnya 33.500 DCD di bukunya tercatat Rp 349 milyar. Artinya , kalau seandainya pabrik dengan kapasitas itu didirikan hari ini maka menghabiskan uang antara Rp 3 trilyun hingga Rp 4 trilyun. Kalau pinjam ke bank, sesunguhnya potensi borrowing power-nya besar sekali,”paparnya.

Dengan tingkat rendemen gula yang tinggi dan didukung produktivitas petani yang baik, tegas SUGIHARTO, peluang BUMN melakukan revitalisasi pabrik gula yang ada khususnya 4 pabrik, menjadi sangat besar. Dengan mengaplikasikan bisnis model peningkatan kinerja PTPN X baik untuk petani dan pabrik, SUGIHARTO optimis selama 3 tahun bisa optimalisasi pabrik-pabrik milik BUMN bahkan bisa ekspansi.

Ekspansi yang direncanakan diantaranya di Banyuwangi, meski ada sedikit kendala masalah lokasi lahan. Namun pada prinsipnya, menurut SUGIHARTO, masalah lahan bisa disiasati.

“PTPN XI dan petani sudah mulai menanam di beberapa spot. Hanya saja tebunya digiling di Asembagus dan kedepan di sana menjadi center of production,”ungkapnya.

Terkait dengan subsidi bunga bagi petani, SUGIHARTO mengatakan, dalam APBN 2007 sudah disediakan Rp 1 triyun untuk subsidi bunga yang bisa dinikmati para petani baik petani karet, tebu, kelapa sawit maupun kakao. Kalau prime landing rate perbankan 14%, petani cukup membayar 10% sepanjang petani bekerjasama dengan plasma atau bapak angkat dari BUMN.

Di Jakarta sendiri, kata SUGIHARTO, beberapa bank sangat aktif menggunakan plafon itu seperti Bank Mandiri, BRI, BPD dan BNI. Ia optimis 1 trilyun bisa terserap sehingga tahun depan ada kuota lagi. Dengan demikian, jumlah size replanting untuk peningkatan kualitas dan produktivitas bisa terjadi.

SUGIHARTO optimis dengan upaya dan strategi yang dilakukan, swasembada gula pada 2009 bisa dicapai. Produksi gula nasional sampai tahun 2006 sekitar 2,3 juta ton sedangkan kebutuhan yang diharapkan 3 juta ton atau kurang 700 ribu ton.

Teks foto :
– SUGIHARTO Menteri Negara BUMN
Foto : MUNING suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
33o
Kurs