Meninggalkan Dollar untuk transaksi perdagangan Internasional, tidak menimbulkan dampak terlalu besar bagi Indonesia.
Dilaporkan FAIZ FAJARUDDIN reporter Suara surabaya, Sabtu (24/11), Indonesia harus berani meninggalkan Dollar dalam transaksi perdagangan internasional.
Untuk itu, pemerintah Indonesia jangan sampai takut pada Amerika kalau tidak memakai Dollar, karena sejauh ini banyak mitra Indonesia yang mata uangnya bukan Dollar.
Demikian kata DRAJAT WIBOWO pengamat ekonomi yang juga anggota DPR dari komisi keuangan, sebelumnya JUSUF KALLA Wakil Presiden juga berkeinginan menggunakan mata uang Uero dalam transaksi perdagangan minyak internasional seperti yang diusulkan negara Iran dan Venezuela dalam pertemuan OPEC di Iran.
Menururt DRAJAT, kalau Indonesia berani menyingkirkan Dollar, reaksi Amerika Serikat juga tidak berdampak terlalu basar, karena pinjaman Indonesia tidak semuanya dalam bentuk Dollar.{clip*1}
DRAJAT WIBOWO mengatakan keinginan penggunaan selain Dollar tergantung pada SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Presiden.
DRAJAT mengaku, tidak menyarankan pada Presiden untuk beralih dari Dollar, tetapi, kata DRAJAT, jangan sampai Indonesia cendikobusti pada Amerika serikat karena kehidupan bernegara itu semuanya sejajar.(may/tok)
NOW ON AIR SSFM 100

