Senin, 19 Oktober 2026

PLN Jatim Percepat Pembangunan Pembangkit Batubara

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

PT PLN Distribusi Jawa Tim mempercepat pembangunan pembangkit yang menggunakan batubara pada 2007. Proyek ini merupakan bagian dari proyek nasional, dengan kapasitas 10.000 mega watt (MW).

FAISAL ASYARI Corporate Speaker PT PLN Distribusi Jawa Timur menyebutkan ada dua pembangkit yang akan dipercepat pembangunannya di Jawa Timur, yaitu di daerah Tanjung Awar-awar Tuban berkapasitas 2×300 MW dan di Pacitan dengan kapasitas yang sama.

Pada suarasurabaya.net, Senin (26/03), FAISAL menjelaskan, langkah ini sebagai upaya menekan biaya produksi akibat semakin mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM). Dengan adanya konversi bahan bakar ke batubara, diharapkan dapat menekan 35% dari penggunaan BBM. Hingga kini, sebagian besar dari 23 pembangkit masih menggunakan BBM.

Dipilihnya batubara sebagai bahan bakar pembangkit, tidak lain karena harganya yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan BBM, yakni hanya 270 ribu per tonnya. Apabila ini digunakan untuk proses produksi, maka biayanya hanya mencapai angka Rp 250 per KwH.

“Bandingkan dengan BBM yang harganya bisa mencapai Rp 6.700 per liter. Dengan harga sebesar itu, maka biaya produksi listrik dapat mencapai Rp 690 per KwH. Dengan menggunakan batubara, maka biaya produksi dapat ditekan hingga Rp 440 per KwH,”ujarnya.

Menurut FAISAL, soal pembangkit tenaga air PLTA tetap difungsikan seperti semula. Namun, pembangkit PLTA yang ada di Karangkates, Selorejo Malang dan Tulungagung tidak bisa ditingkatkan kapasitasnya. Karena debit air yang difungsikan PLTA terus berkurang maka kapasitasnya tidak mungkin ditingkatkan lagi.

Selain fokus ke pembangkit baturabara dan PLTA lanjut dia, PLN Distribusi Jawa Timur juga berkeinginan memanfaatkan teknologi nuklir yang difungsikan sebagai pembangkit lisrik. Soal ini, kementrian BUMN sudah menggandeng Cina sebagai konsultan dalam membangun pembangkit tenaga nuklir.

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Senin, 19 Oktober 2026
31o
Kurs