Ketatnya pasar gandum dunia menyebabkan harga tepung nasional terus melonjak. Beberapa pabrikan terigu sudah menaikkan harga secara bertahap, seperti Indofood Bogasari di kisaran 4,5%, per hari ini.
FRANKY WELIRANG Ketua Asosiasi Pabrikan Terigu Indonesia (APTI) Pusat saat ditemui suarasurabaya.net, Kamis (15/11), di sela acara BES, mengatakan, kenaikan harga terigu secara bertahap tersebut sudah disepakati asosiasi. Ini ditujukan agar konsumen khususnya sektor usaha kecil menengah (UKM) tidak terlalu berat bebannya.
Disamping itu, kenaikan bertahap untuk memberi waktu UKM membuat strategi dalam memasarkan produknya. “Sejak Januari 2007 sampai sekarang, total kenaikan sekitar 35%. Jadi pabrikan menaikkan sedikit demi sedikit sekitar 4,5%. Tahun depan masih ada kenaikan lagi di kisaran 30%-40% lagi,”ujarnya.
Harga gandum yang diperoleh industri tepung saat ini di kisaran US$460 per ton, padahal tahun lalu hanya US$ 190 per ton. Sementara stok gandum dunia sangat rendah. Ini disebabkan banyaknya gagal panen di Australia, Eropa Utara dan ada sebagian yang hasil produksinya di Kanada kurang menguntungkan.
Gagal panen di Australia yang cukup besar terjadi tahun 2006. Produksnya menurun tajam dari 24 juta ton hanya menghasilkan 9,5 juta ton. Pabrikan berharap di 2007 ini produksi gandum Australia bisa kembali ke angka 20 juta ton. Tapi mereka memprediksi hanya bisa berproduksi 18 juta ton.
Kenyataannya, dari perhitungan sampai kemarin karena ada kegagalan iklim dan hujan turun terlambat, produksinya hanya 12 juta ton. Berikut penjelasan FRANKY, {clip*1}. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

