Kalangan pengembang di Sidoarjo mendukung warga korban semburan lumpur segera mendapatkan ganti rugi secara cash and carry.
SONNI WIBISONO Ketua Tim penanganan dampak lumpur Lapindo DPD REI Jatim pada RULLY reporter Suara Surabaya, Sabtu (24/03), mengatakan solusi relokasi plus yang belakangan ini muncul tanpa melibatkan pengembang di Sidoarjo.
Kata SONNI, awalnya pengembang di Sidoarjo memang diajak bicara, tapi belakangan Lapindo berjalan sendiri. Lapindo Brantas Incorporeted lewat anak perusahaannya, sekarang ini sedang mengupayakan pembeasan lahan di kawasan Sidoarjo Barat. Tetapi seperti yang diketahui pengembang, hal ini ditolak oleh warga.
REI Jatim sempat pula diajak bicara dan dimintai konsep. Konsep tersebut juga sudah disodorkan ke Lapindo, tapi sampai sekarang belum ditindaklanjuti. SONNI menilai pengembang saat ini sebenarnya lebih setuju konsep ganti rugi secara cash and carry untuk korban Lapindo.
SONNI mengharapkan dengan ganti rugi secara tunai ini dapat mendongkrak omzet penjualan di Sidoarjo, yang selama kurun waktu setahun terakhir ini terimbas dampak lumpur Sidoarjo, dimana penjualan sempat turun mencapai 70% properti Sidoarjo. Berikut penjelasan SONNI,{clip*1}.
SONNI mengakui dengan ganti rugi secara tunai tidak hanya warga yang diuntungkan, tetapi juga industri properti di Sidoarjo. Karena uang yang terkucur secara tunai dengan jumlah yang cukup, warga bisa membeli unit-unit rumah yang sudah jadi milik pengembang di Sidoarjo, yang jumlahnya 6-7 ribu unit.
NOW ON AIR SSFM 100

