Petani apel di Kota Batu terancam rugi besar akibat angin kencang yang merontokkan buah apel belum siap panen, kata SUTRISNO seorang petani apel.
ANGGA Reporter Tidar Sakti Batu dalam Jaring Radio Suara Surabaya, Sabtu (10/03) melaporkan, terpaan angin kencang akibat badai George yang masih tinggi di Kota Batu beberapa hari ini membuat petani apel terancam rugi besar, akibat apel yang rontok itu tidak laku dijual.
Sedangkan untuk biaya perawatan termasuk pembelian harga obat, dan juga pupuk telah menghabiskan biaya yang sangat besar. Angin kencang yang melanda tersebut tidak hanya merontokkan buah namun juga sebagian besar pohon apel juga ikut rusak, dan roboh.
Dari data luas pertanian apel di Kota Batu mencapai sekitar 2600 hektar. Petani mengaku pasrah dengan semua kerugian yang diderita akibat bencana angin kencang tersebut.
NOW ON AIR SSFM 100

