Jumat, 16 Oktober 2026
Teknologi Broadcasting

Picu Peningkatan Pasar LCD di 2008

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Permintaan penjualan dan pangsa pasar LCD TV di Indonesia pada 2008 semakin meningkat dan berkembang. Diprediksi, akan ada kenaikan 30% terhadap permintaan LCD dibandingkan tahun 2007.

THOMAS EFFENDI Branch Manager cabang Surabaya PT Sharp Electronics Indonesia di sela pameran “Aquos Shakes” 2007, di Atrium Plasa Tunjungan, Jumat (07/12), mengatakan, TV awalnya cembung kemudian beralih ke flat. Peralihan ini sangat cepat, begitu pula dengan flat panel ke LCD panel.

Perkembangan yang sangat cepat tersebut, papar THOMAS, dipicu beberapa faktor. Saat ini makin banyak broadcaster TV termasuk TV Kabel. Dan peminatnya, rata-rata eksekutif muda untuk melihat tayangan sport maupun film-film lainnya.

Prospek LCD TV, nantinya berkembang sesuai tingkat perkembangan teknologi khususnya teknologi broadcasting. Di Jepang sendiri sudah tidak ada orang yang memakai TV cembung (tabung). Mereka memakai LCD dan Plasma, bahkan Plasma sudah mulai tergeser oleh LCD.

“Apalagi di negara maju sudah menggunakan broadcasting teknologi High Definition Televition (HDTV) dengan resolusi gambar lebih tinggi. Nah, rencananya HDTV akan masuk ke Indonesia 5 tahun lagi. Begitu pula dengan life time-nya juga tergantung update perkembangan teknologi yang ada. Seperti di Indonesia, software Blu Ray masih terbatas untuk saat ini,”ujarnya.

Faktor harga, ungkap THOMAS, juga sangat mempengaruhi perkembangan LCD. Produk LCD TV mengalami eruption price sangat cepat. Mungkin 2 tahun yang lalu untuk LCD TV 20 inchi harganya Rp 20 juta, sekarang hanya dibawah Rp 5 juta. Untuk ukuran 32 inchi bisa dibawah Rp 7 juta. Kalau dibandingkan TV Flat 29 inchi yang biasa, harga tidak terlalu jauh berbeda.

Eruption price yang terjadi di produk elektronik, THOMAS menilai, ini strategi principal untuk memperebutkan market yang bagus. Bisa jadi dalam waktu 3 bulan saja, eruption price mencapai 30%.

Dari sisi finance baik bank maupun lembaga perkreditan, menurut THOMAS, sangat mendukung untuk penjualan LCD atau produk elektronik lainnya. Bank maupun lembaga perkreditan, melihat dari sisi sektor riil untuk mendukung pasar atau retailer yang menjual LCD dan produk elektronik,”tukasnya.

“Sekarang banyak program bunga 0%. Cukup sekali gesek Rp 500 ribu, bisa bawa pulang LCD 32 inchi. Bagi eksekutif muda menengah mendapatkan LCD TV tidak sulit. Dari sini bisa dilihat pangsa pasarnya ke depan cukup baik,”tukasnya.

Sementara untuk pasar LCD global, THOMAS menyebut, permintaan luar biasa didominasi Eropa. Di kawasan Asia Pasifik, pasar cukup bagus di Singapura, Hong Kong dan Malaysia.

Pasar LCD global, tambah THOMAS, sebenarnya tergantung dari negara yang bersangkutan. Misalnya, negara-negara maju lebih memilih produk berdasarkan aspek lingkungan, sedangkan negara berkembang seperti Indonesia cenderung memilih produk dengan harga murah (price oriented). “Produk Korea kuasai pasar Indonesia dengan harga lebih murah,”pungkasnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
34o
Kurs