Penjualan ponsel di World Trade Center (WTC) Surabaya cukup marak hingga 2 hari ke depan. Bahkan Sabtu-Minggu kemarin, penjualan ponsel di outlet naik dua kali lipat dibanding hari-hari sebelumnya.
CHANDRA RIA S Direktur Alcom Cellular Phone pada suarasurabaya.net, Senin (08/10), mengatakan, Sabtu-Minggu kemarin penjualan ponsel bergerak di kisaran 70%-80%. “Penjualan ponsel memang cukup semarak tahun ini dibanding kemarin. Tapi dari sisi omset ada penurunan,”ujarnya.
CHANDRA menjelaskan maraknya penjualan ponsel di WTC dipicu perputaran ponsel second lebih tinggi. Apalagi menjelang lebaran ini, biasanya masyarakat ingin memiliki ponsel yang benar-benar baru maupun ganti model dengan tukar tambah.
Disamping itu, munculnya operator CDMA baru dengan produk yang murah dibandingkan tahun lalu, membuat masyarakat berani berhitung untuk memiliki ponsel daripada sama sekali tidak berkomunikasi.
Saat ini, kata CHANDRA, muncul fenomena baru yang terjadi pada masyarakat kita termasuk kelas bawah. Mereka berani membeli ponsel CDMA seharga Rp 300 ribu dengan pertimbangan sudah dapat kartu perdana plus pulsa.
Bahkan dengan program bundling operator dan vendor, membuat ponsel CDMA tahun lalu belum ada Rp 1 juta ke bawah, sekarang malah dibawah Rp 500 ribu. Kondisi ini membuat penjualan ponsel CDMA mendominasi pasar ponsel di WTC.
“Kalau tahun lalu, penjualan komposisi ponsel CDMA dan GSM seimbang 50%-50%, tahun ini ponsel CDMA mencapai 70% dan 30% GSM. Ponsel kategori low end lari manis di pasar, termasuk ponsel GSM dengan kategori yang sama. Mendominasinya ponsel low end ini menyebabkan omset menurun dibanding tahun lalu,”paparnya.
Tidak hanya ponsel CDMA saja, ponsel GSM juga murah dengan fitur yang lengkap mulai kamera sampai MP3 di kisaran Rp 900 ribu. Penjualan ponsel marak menjelang lebaran, juga didorong tingginya pembelian ponsel oleh pedagang yang dibawa keluar Surabaya. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

