Pasar produk premium elektronik terus tumbuh lebih dari 10%. Pertumbuhan itu dipicu brand leadership disamping perkembangan teknologi dan desainnya.
STEFANUS INDRAYANA Marketing Director PT Samsung Electronics Indonesia pada suarasurabaya.net, Rabu (29/08), di sela peluncuran Samsung Digital Home Appliances, mengatakan industri elektronik terus bergeser seiring dengan kebutuhan dan gaya hidup konsumen.
Kalau dulu, sebuah produk hanya difokuskan pada fungsinya saja. Namun saat ini, kata INDRA, berkembang ke brand (merek). Otomatis brand tidak lepas dari teknologi dan desainnya. Berikut penjelasan INDRA, {clip*1}.
Disamping terus tumbuh, market produk premium juga cukup besar meski saat ini di kisaran 5%-10% dari total produk elektronik. Melihat pasar ini, Samsung memfokuskan produk premium dengan teknologi dan desain yang berbeda dibanding kompetitor.
Ia mencontohkan lemari es yang sampai saat ini masih diimpor, desain satu pintu kurang kompetitif jika dijual di Indonesia. Tapi dengan desain side by side atau dua pintu besar yang ada fungsinya, cukup kompetitif dijual di Indonesia.
Meski produk premium jadi fokus penjualan, Samsung tetap mempertahankan mass product. Ini untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang hanya menjangkau produk low end.
“Komposisi produk premium dan mass product masih seimbang 50 banding 50. Khusus premium home appliances dari consumer electronics kontribusinya 20%-22% dan audio visual masih dominan. Sementara dari digital media, LCD TV kontribusinya 15%,”papar INDRA.
Produk premium terbaru dari Samsung, tambah INDRA, terdiri dari mesin cuci dengan desain ergonomis dilengkapi teknologi nano, AC dengan micro plasma ion dan lemari es side by side yang mengusung konsep minimalis, menyatu dengan interior dapur. (tin)
Teks foto :
1. Samsung fokus produk premium diantaranya produk home appliances mesin cuci satu tabung dengan teknologi nano
2. TV Flat satu diantara produk premium yang mendominasi pasar digital media
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

