Sabtu, 17 Oktober 2026
Dampak Virus dan Musim Kemarau

Produksi Ayam Petelur Turun, Harga pun Melambung

Laporan oleh Iping Supingah
Bagikan

Melambungnya harga telur ayam yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan berbagai faktor. Diantaranya dampak beberapa virus, juga akibat musim kemarau.

Musim kemarau tidak hanya berpengaruh pada tanaman padi, tapi ternyata juga berpengaruh pada produksi ayam petelur.

“Di musim kemarau seperti ini produksi telur dari ayam petelur juga menurun. Di kandang ayam menjadi panas, suhu bisa sampai 33 derajat, ayam pun nafsu makannya berkurang, jadi produksi telur ayam-ayam itu turun,” jelas HIDAYAT Ketua Pusat Informasi Pasar (PINSAR) Petelur di Blitar waktu dihubugi suarasurabaya.net, Senin (03/09).

Turunnya produksi telur ayam di Kabupaten Blitar kata HIDAYAT bisa mencapai 10 persen. “Kalau sebulan lalu produksi harian sekitar 500 ton, sejak sebulan ini hingga sekarang tinggal 450 ton per hari,” ujarnya.

Selain dampak musim kemarau, turunnya produksi ayam petelur ini, karena akibat maraknya berbagai macam virus. Mulai Avian Influenza (AI), virus IB atau penyakit saliran pernapasan, juga virus yang sekarang ini marak tapi HIDAYAT sendiri belum tahu apa namanya. “Virus ini bahkan mengakibatkan produksi biasanya 90% hanya menjadi 60%,” ungkapnya.
Kondisi ini juga diakui BRAM seorang karyawan peternakan ayam petelur di Sidodadi Garum Blitar. Ia mengatakan, naiknya harga telur ayam yang saat ini ada yang menembus angka 10.400 rupiah per kilogram, karena dipengaruhi produksi telur ayam turun, sementara permintaan masyarakat tetap, bahkan naik.

“Musim kemarau cuaca sangat berpengaruh bagi ayam petelur. Ayam-ayam di sini nggak banyak bertelur lagi. Beda kalau musim penghujan, ayam-ayam ini sangat produktif,” kata BRAM saat dihubungi suarasurabaya.net.

Turunnya produksi ayam petelur ini membuat persediaan telur juga turun, sementara permintaan masyarakat menjelang Ramadhan ini justru meningkat, sehingga harga telur ayam pun jadi melambung naik.(ipg)

Bagikan

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
29o
Kurs