Realisasi pelaksanaan resi gudang ditargetkan tahun ini. Seluruh instrumen pendukung mulai perbankan hingga pengelola gudang sudah disiapkan.
TITI HENDRAWATI Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) pada suarasurabaya.net, Selasa (28/08), mengatakan, pihak perbankan sangat mendukung realisasi resi gudang. Termasuk peraturan Bank Indonesia No.9/2006 tentang resi gudang bisa jadi jaminan kredit bank.
Untuk pengelola, kata TITI, telah ditunjuk PT Petani dan Petindo. “Sementara sosialisasinya sudah dilakukan 45 kali bersama perbankan, pelaku usaha, kelompok tani, asuransi dan dinas yang menangani masalah perdagangan. Bank Jatim menjadi pioner yang akan membantu memberikan kredit,”ungkap TITI usai pelaksanaan Pasar Lelang di Bank Jatim.
Selama sosialisasi, papar TITI, banyak ditemukan kendala yakni munculnya conflict of interest. Misalnya, adanya pemahaman seolah-olah yang menyimpan barang di gudang adalah pemilik barang. Padahal harus dibedakan antara pemilik barang dan pengelola gudang. Jadi yang punya barang tidak boleh kelola gudang.
TITI mengatakan saat ini baru ada dua proyek percontohan resi gudang yang dilengkapi dengan layanan one stop service seperti di Banyumas dan Jombang. Diharapkan pelaksanaan resi gudang ini resiko harga bisa dikendalikan dalam arti ketika harga turun, petani menahan dulu produknya sampai harga membaik. Selama harga belum baik, produk disimpan di gudang.
Pengelola gudang akan menyiapkan sarana dan prasarana seperti pengeringan. Kalau produknya jagung jika di gudang ada fasilitas pengeringan daya simpannya bisa bertambah sampai 3 bulan dan harga meningkat 30%. Sekaligus ini menjadikan kepastian si petani mendapatkan penghasilan.
Sedangkan produk yang bisa disimpan di gudang, tambah TITI, ada 8 komoditi diantaranya gabah, beras, jagung, kopi, karet dan rumput laut. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

