Jumat, 16 Oktober 2026
Iklim Kurang Kondusif

Target Investasi Pesimis Tercapai

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Target penambahan modal investasi di Jawa Timur di 2007 ini, pesimis bisa terpenuhi. Berdasarkan inventarisasi investasi, dari Rp 80 trilyun target penambahan modal, baru tercapai Rp 30 trilyun.

HANDOWO Wakil Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Jawa Timur pada suarasurabaya.net, di sela acara pertemuan BES dan stakeholders di JW Marriot, Kamis (15/11), memprediksi, sampai akhir tahun ini kemungkinan nilai investasi baru hanya mencapai Rp 50 trilyun.

Investasi baru tersebut berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN). “Komposisinya, 50 banding 50. Dominasinya di industri perkapalan seperti di Lamongan dan semen Holcim di Tuban. Hanya saja, untuk Holcim di Tuban masih menilai belum adanya jaminan kepastian hukum terkait UU Penanaman Modal No.25 /2007,”paparnya.

Untuk tahun 2008, Jawa Timur menargetkan investasi sekitar Rp 132 trilyun. Dari nilai investasi tersebut, 20% dari pemerintah sisanya, PMA, non PMA dan PMDN.

Kondisi investasi yang tidak kondusif, menurut HANDOWO, akan menghambat masuknya investasi baru ke Jawa Timur. Ia mencontohkan belum selesainya masalah lumpur Lapindo, banyak asosiasi pengusaha dari Jepang dan Korea yang berada di Pasuruan dan Ngoro, mengeluh.

“Kalau keluhan mereka tidak diperhatikan, produksinya akan stagnant. Kemana kita bisa mencari investasi baru, padahal ditargetkan investasi dari swasta Rp 90 trilyuin,”tukasnya.

HANDOWO menambahkan dalam waktu dekat BPM Jawa Timur akan mengundang investor untuk menanamkan modalnya. “Kita ingin tahu mereka maunya apa di Jawa Timur,”pungkasnya. (tin)

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Jumat, 16 Oktober 2026
36o
Kurs