Senin, 11 Mei 2026

Konsorsium BUMD Jatim akan Ambil Alih Pengelolaan Blok Migas Sukowati

Laporan oleh Fatkhurohman Taufik
Bagikan
Ilustrasi. Foto : Antara

Konsorsium Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lima daerah yaitu Tuban, Bojonegoro, Gresik, Lamongan dan Jawa Timur akan mendatangani Menteri ESDM, SKK Migas, serta DPR guna mendapatkan izin menjadi operator Blok migas Sukowati.

“Blok Sukowati atau Blok Tuban pada 2018 akan habis, dan Februari 2017 harus diputus siapa pemilik WKP (wilayah kuasa pertambangan) Sukowati,” kata Suyoto, Bupati Bojonegoro, usai menghadiri penandatangan MoU empat bupati dan gubernur di Gedung Negara Grahadi, Rabu (2/11/2016).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Bupati Lamongan, Gresik, dan Tuban ini, mereka menyepakati untuk tidak hanya mengambil jatah participating interest (PI), melainkan juga akan mengambil sekaligus pengelolaan Blok Sukowati.

“Kita empat bupati dan gubernur, inginnya mengambil sekalin blok sehingga kita ingin sebagai operator di blok itu,” kata Bupati Bojonegoro dua periode ini.

Setelah penandatangan MOU, empat bupati dan gubernur juga segera melanjutkan pembahasan mengenai studi pembagian tanggung jawab dan pembagian modal diantara mereka.

Empat bupati dan gubernur juga segera mendatangi Menteri ESDM, SKK Migas dan DPR untuk menyatakan jika konsorsium BUMD berminat mengambil pengelolaan Blok Sukowati.

“Ini terobosan bagus, apalagi cadangan di Sukowati masih cukup besar. Nanti berapapun dana yang diminta kami siap, Rp2-3 triliun kami siap karena ini minyaknya sudah keluar tinggal enaknya,” ujarnya.

Sementara itu, Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengatakan, pengelolaan blok migas yang dilakukan daerah sebenarnya sudah pernah terjadi di Riau.

“Riau ada contohnya dilakukan PT SIAK Riau dan berhasil. Jadi Jatim bersama empat bupati saya kira juga sangat mampu mengelola dan menjadi operator,” kata Soekarwo.

Untuk menjadi operator Blok Sukowati, konsorsium BUMD ini menargetkan mampu mendapatkan pengelolaan 45 persen sehingga jika ditambah participating interest 10 persen yang merupakan hak daerah, maka total konsorsium BUMD ini akan menguasai 55 persen.

“Ini babak baru, kami akan minta Menteri ESDM dan SKK Migas jadi operator dan pemegang saham mayoritas. Ini lompatan luar biasa karena ini teknologi tinggi,” ujarnya.

Mengenai kesiapan sumberdana, Soekarwo mengaku akan mengajak empat bupati untuk mencari pendanaan murah dari luar negeri. Dengan kondisi blok migas yang produktif, dirinya yakin akan banyak lembaga pendanaan yang siap untuk menitipkan uangnya.

Sekadar diketahui, blok Sukowati yang selama ini dikelola Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (PPEJ) memang masa kontraknya akan habis pada 2018 sehingga kontrak operator baru akan segera dilakukan. (fik)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Senin, 11 Mei 2026
30o
Kurs