Rabu, 26 Februari 2020

Presiden Dorong Reformasi Lembaga Keuangan Nonbank

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden memberikan arahan pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, Kamis (16/1/2020), di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta. Foto: Farid suarasurabaya.net

Joko Widodo Presiden mendorong reformasi lembaga keuangan nonbank, baik asuransi mau pun dana pensiun.

Hal itu jadi salah satu yang disinggung Presiden pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2020, yang digelar pagi hari ini, Kamis (16/1/2020), di The Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta.

“Saya setuju dengan yang disampaikan Ketua OJK mengenai perlunya reformasi di bidang lembaga keuangan nonbank, baik yang namanya asuransi maupun dana pensiun dan lain-lainnya. Itu penting, dan ini saatnya kita melakukan reformasi,” kata Presiden.

Reformasi tersebut, lanjut Jokowi, akan mencakup berbagai sisi, mulai dari pengaturan, pengawasan, mau pun permodalan. Menurut Presiden, sekarang waktunya pembenahan dari sisi prudensial, transparansi laporan, hingga manajemen risiko.

“Jangan sampai ada distrust (ketidakpercayaan) di situ, sehingga mengganggu ekonomi kita secara umum. Saya sangat mendukung sekali agar dilakukan dalam waktu yang secepat-cepatnya,” jelasnya.

Reformasi untuk perbankan, sambung Presiden, pernah dilakukan Indonesia pada rentang tahun 2000 sampai 2005. Jokowi menilai, reformasi perbankan itu membawa imbas positif bagi perekonomian Indonesia.

“Dulu kan tahun 2000-2005 perbankan kita pernah kita reform dan hasilnya sekarang stabilitas keuangan kita menjadi baik. Orang percaya terhadap perbankan kita. Jadi ada apa-apa semuanya tenang tidak tergoda untuk rush (penarikan uang besar-besaran oleh para nasabah), dan yang lain-lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, Presiden menilai situasi sektor keuangan Indonesia sekarang tergolong stabil, apalagi meningat perekonomian global tengah mengalami perlambatan.

“Tadi sudah disampaikan baik oleh Bank Dunia atau IMF, bahwa pertumbuhan ekonomi dunia ini akan turun di tahun 2020 ini. Tetapi sektor keuangan kita secara umum stabil,” imbuhnya.

Dalam laporannya, Wimboh Santoso Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan, Indonesia patut bersyukur karena ekonominya masih bisa tumbuh di atas 5 persen di tengah perubahan situasi ekonomi global yang signifikan.

“Kita bersyukur ekonomi domestik tumbuh 5,02 pada kuartal ketiga tahun lalu dan kita harapkan pada angka final Desember nanti bisa di atas 5 persen. Ini merupakan kedua tertinggi di G20 setelah Tiongkok. Kami sangat yakin ini modal yang bagus bagi kita untuk tumbuh ke depan,” ungkap Wimboh.

Terkait reformasi lembaga keuangan nonbank, Wimboh mengatakan, OJK sebetulnya telah memulainya sejak tahun 2018. Dia pun meminta dukungan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan percepatan reformasi tersebut.

“Reformasi berkaitan dengan pengaturan, pengawasan, enforcement, termasuk permodalan. Inilah waktunya OJK, sebenarnya sudah kami mulai sejak 2018 dalam kebijakan akan kita lakukan, kami percepat untuk melakukan reformasi itu,” pungkasnya.(rid/iss/rst)

Berita Terkait