Jumat, 21 Januari 2022

Ekonomi Terkontraksi, Pemprov Jatim Dongkrak Tiga Sektor Ini

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Drajat Irawan Kepala Disperindag Jatim. Foto: Dok/Denza suarasurabaya.net

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim mendorong kinerja tiga sektor ekonomi untuk mendongkrak kinerja ekonomi yang sempat terpuruk karena pandemi.

Ketiga sektor itu antara lain pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.

Drajat Irawan Kepala Disperindag Jatim bilang, pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai menghadirkan hambatan-hambatan terhadap pertumbuhan ekonomi Jatim.

Ekonomi Jatim yang biasanya tumbuh di atas 5 persen, di triwulan II/2020 terkontraksi 5,9 persen. Diperparah Triwulan III/2020 yang terkontraksi 3,75 persen.

“Ini menunjukkan, ekonomi Jatim ada hambatan di berbagai hal. Padahal ekonomi Jatim memberikan sumbangan nasional sebesar 14,94 persen,” kata Drajat di Surabaya, Kamis (5/11/2020).

Ketiga sektor itulah yang menurut Disperindag Jatim terhambat dan perlu didorong. Masing-masing sektor punya sumbangan cukup besar terhadap ekonomi Jatim dan nasional.

Sektor pertanian Jatim misalnya, memberi sumbangan terhadap ekonomi nasional sebesar 13,04 persen, industri pengolahan sebesar 22,8 persen, dan perdagangan sebesar 20,49 persen.

Drajat bilang, kinerja tiga sektor itu selama pandemi mengalami penurunan cukup besar. Industri pengolahan yang biasanya rata-rata tumbuh sebesar 6 persen hingga 8 persen justru terkontraksi sebesar 2,1 persen.

Kemudian sektor perdagangan yang biasanya tumbuh sebesar 6 persen menjadi turun sebesar 4,9 persen.

“Untuk itu Pemprov melakukan langkah strategis untuk mendongkrak kinerja tiga sektor itu,” katanya.

Langkah itu di antaranya dengan membangun pasar, menggelar pameran, dan melakukan berbagai inovasi.

Membangun pasar menurut Drajat diperlukan karena pergerakan ekonomi harus ada pasar, baik secara daring dan luring, maupun bermitra dengan provinsi lain.

“Ini sudah mulai kami lakukan sejak Juni 2020 dan sampai sekarang nilainya sudah mencapai Rp1 triliun. Karena sebenarnya ketergantungan provinsi lain pada produk Jatim cukup tinggi, mencapai 80 persen,” ujarnya.

Upaya kedua adalah dengan menggelar pameran. Hal ini, kata dia, juga sudah dilakukan pada November 2020 dengan menggelar Jatim Fair 2020. (den/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Jumat, 21 Januari 2022
32o
Kurs