Rabu, 30 September 2020

Lumbung Pangan Jatim Diperluas ke Mojokerto, Pasuruan, dan Bangkalan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat meninjau Lumbung Pangan Jatim di Jatim Expo, Surabaya. Foto : Humas Pemprov Jatim

Mulai minggu ketiga Juni ini masyarakat Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten/Kota Pasuruan, dan Bangkalan bisa menikmati sembako murah bebas ongkos kirim (ongkir) dari Lumbung Pangan Jatim.

Masyarakat di lima daerah itu bisa belanja sembako murah di bawah harga pasar secara online baik lewat website maupun lewat WhatsApp (WA) dengan sistem bayar di tempat. Pemesanan ini gratis ongkir.

“Ini inovasi perluasan jangkauan layanan dari kami untuk warga Jawa Timur. Kini juga hadir di Pasuruan, Bangkalan dan Mojokerto. Semoga bisa bermanfaat di tengah upaya menuju new normal era,” kata Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, Minggu (14/6/2020).

Masyarakat yang ingin berbelanja sembako murah bisa mengunjungi website lumbungpanganjatim.com. Pembayaran juga bisa dilakukan lewat transfer bank. Baik Bank Jatim, Bank Mandiri, BNI, Permata Bank, atau dengan Go Pay.

Pemesanan via website ini membuka layanan selama 24 jam. Masyarakat juga bisa melakukan belanja daring dengan memesan barang lewat whatsapp (WA) di nomor 0811-334-0033.

Melalui chat, calon pembeli bisa memilih barang dari katalog sembako yang tersedia. Pembayaran untuk pemesanan lewat WhatsApp pakai sistem bayar di tempat atau cash on delivery (COD).

“Baik yang belanja via website, maupun COD yang lewat WA semua gratis ongkir. Kami (Pemprov Jatim) yang akan mensubsidi ongkos kirimnya ke rumah warga,” kata Khofifah.

Mantan Menteri Sosial itu mengatakan, perluasan ke lima daerah layanan ini dilakukan karena kesiapan infrastruktur layanan pengiriman Lumbung Pangan Jatim saat ini paling siap.

Pemprov Jatim saat ini bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk pengiriman langsung ke alamat pembeli. Jaringan pengiriman PT Pos Indonesia sampai ke pelosok desa sangat bisa diandalkan.

“Sekarang kita dihadapkan situasi menuju new normal era. Belanja online yang meminimalisir kontak dengan orang banyak adalah sesuatu yang terus kita upayakan untuk menghindari kerumunan,” ujarnya.

Dengan cara demikian, kata Khofifah, masyarakat bisa tetap stay at home di tengah pandemi covid-19 tapi tidak kekurangan akses pada kebutuhan pokok dan pangan.

Istimewanya, harga sembako di Lumbung Pangan Jatim ini disediakan dengan harga di bawah harga pasar. Harganya lebih murah dibandingkan harga sembako yang ada di pasaran.

Dari segi kualitas juga terjamin. Lumbung Pangan Jatim melakukan kerjasama dengan perusahaan maupun dengan petani produsen bahan pangan seperti beras dan juga peternak telur.

Pemesanan baik melalui Website maupun WA ini disediakan dengan minimal transaksi pembelanjaan Rp60.000 dan maksimal berat belanja yang bisa dibeli dari Lumbung Pangan yakni 20 kilogram.

“Kami berharap fasilitas Lumbung Pangan Jatim ini membantu masyarakat mendapat akses pada bahan pangan murah dengan ketersediaan yang sangat cukup. Saya kembali ingatkan jangan ada aksi borong,” ujarnya.

Program Lumbung Pangan Jatim ini masih akan hadir sampai 21 Juli 2020 mendatang dan kalau memang dibutuhkan, Khofifah mengaku akan mempertimbangkan untuk memperpanjang program ini.

Sampai 13 Juni 2020, transaksi penjualan untuk 15 item bahan pangan di Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp5,96 miliar. Selain belanja online masyarakat bisa tetap belanja offline di Jatim Expo.

Khofifah memastikan, belanja langsung di Jatim Expo tetap aman karena protokol kesehatan ditegakkan secara ketat. Mulai dari pembatasan pengunjung, cek suhu tubuh, wajib masker dan penerapan physical distancing selama belanja.(den/iss/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Emma Rachmawati

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Rabu, 30 September 2020
34o
Kurs