Selasa, 30 November 2021

Manfaat Lumbung Pangan Jatim untuk Driver Ojol

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Sejumlah driver ojol yang menjadi mitra pengantaran barang di Lumbung Pangan Jatim sedang menunggu pesanan yang akan diantarkan, Jumat (8/5/2020). Foto: Istimewa

Sejumlah driver ojek online (ojol) terdampak Covid-19 mengaku dapat manfaat dari Lumbung Pangan Jatim yang diinisiasi Khofifah Gubernur Jatim untuk menyediakan bahan pokok murah bagi masyarakat.

Heru Bekti seorang driver ojek online warga Dukuh Menanggal Kota Surabaya mengaku sangat terdampak Covid-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya.

Penghasilannya, kata dia, bahkan menurun seratus persen jika dibandingkan sebelum adanya pandemi.

“Sebelumnya saya bisa dapat 12 trip penumpang selama sehari dengan penghasilan Rp170 ribu. Sejak ada virus corona dan PSBB, sehari tidak dapat uang sama sekali,” ujarnya, Jumat (8/5/2020).

Dengan menjadi bagian dari kurir pengantaran barang Lumbung Pangan Jatim dia mengaku cukup terbantu. Setidaknya dia mendapatkan order dan penghasilan dari order itu.

“Alhamdulillah dengan Lumbung Pangan Jatim saya sangat merasakan manfaatnya. Karena dengan adanya Lumbung Pangan saya bisa dapat orderan dan penghasilan,” kata Heru, Jumat (8/5/2020).

Dalam sehari dia mengaku bisa mengantar empat sampai tujuh kali pesanan antar barang dari Lumbung Pangan Jatim ke rumah pelanggan. Paling jauh, dia mengantar sampai Dukuh Kupang.

Dia cukup standby di kawasan Jatim Expo setiap harinya untuk menunggu orderan pengantaran barang. Dengan empat sampai tujuh kali antar belanjaan dia bisa mendapatkan penghasilan antara Rp50 ribu sampai Rp120 ribu tergantung jarak.

“Kalau trip alamat yang diantar panjang atau cukup jauh jaraknya saya bisa dapat Rp22 ribu sampai Rp30 ribu. Sangat saya bersyukur, di tengah keadaan tidak menentu seperti ini tetap dapat penghasilan,” ujarnya.

Lailatul Zulfa, driver ojek perempuan juga mengaku terbantu dengan adanya program belanja online gratis ongkos kirim berjarak 20 kilometer yang disediakan oleh Lumbung Pangan Jatim.

Sejak program ini dibuka pada 21 April lalu, hampir setiap hari dia standby memberikan jasa layanan antar belanjaan ke customer Lumbung Pangan Jatim. Bisa sampai empat kali order dalam sehari.

“Jadi ada yang diandalkan untuk mendapatkan rezeki. Selama covid-19 penghasilan sangat-sangat anjlok. Kami (driver ojol) ini menjadi yang terdampak pandemi,” katanya.

Tidak jarang, sembari menunggu order mengantar barang belanjaan pelanggan Lumbung Pangan Jatim, Lailatul juga menyempatkan diri untuk belanja kebutuhan keluarga. Dari telur sampai gula pasir.

“Harganya jauh lebih murah dibandingkan harga pasar. Jadi sambil belanja,” tegasnya.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, dengan Lumbung Pangan Jatim masyarakat mendapatkan banyak kemudahan kebutuhan logistik selama PSBB, Ramadan, dan jelang Lebaran.

Ada tiga opsi belanja di Lumbung Pangan Jatim. Pertama melalui pembelian secara langsung di outlet Jatim Expo hingga tanggal 21 Juli 2020 mendatang.

Kedua secara daring/online melalui website https://lumbungpanganjatim.com. Dengan order belanja lewat opsi ini masyarakat mendapat layanan gratis biaya pengiriman sampai 20 kilometer.

“Di masa penerapan PSBB, memang teman-teman dari ojek online tidak bisa menarik penumpang. Kami gandeng mereka untuk mengantar belanja online customer Lumbung Pangan Jatim. Ini ikhtiar kami membantu dan meringankan beban mereka,” kata Khofifah.

Perlu diketahui, seluruh komoditas di Lumbung Pangan Jatim ini dijual di bawah harga pasar. Tentunya itu akan membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat.

Gula pasir misalnya, di Lumbung Pangan Jatim dijual seharga Rp12.500 per kilogram. Kemudian telur ayam per 15 butir dijual seharga Rp16.500 per kilogram, serta dua liter minyak goreng dijual seharga Rp23.500.

Sampai 7 Mei 2020, total transaksi di Lumbung Pangan Jatim mencapai Rp2,5 miliar. Rata-rata ada sebanyak 218 hingga 377 orang per hari yang melakukan belanja online memanfaatkan layanan bebas ongkir.

Setidaknya, dalam sehari ada 218 hingga 377 driver ojek online yang terbantu dan mendapatkan penghasilan melalui program Lumbung Pangan Jatim ini.(den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 30 November 2021
28o
Kurs