Selasa, 7 Desember 2021

Presiden: Distribusi Logistik Bulan Suci Ramadan Jangan Sampai Terganggu

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden memimpin rapat kabinet terbatas melalui video konferensi dari Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/4/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden memerintahkan jajarannya betul-betul memperhatikan ketersediaan bahan pokok dan stok pangan di tengah masyarakat, menjelang Bulan Suci Ramadan 1441 Hijriah.

Apalagi, Bulan Ramadan tahun ini penuh tantangan, di mana umat muslim di Indonesia harus berjuang mencegah penyebaran Covid-19.

Arahan itu disampaikan Presiden pada Kamis (2/4/2020) siang, dalam rapat kabinet terbatas melalui video konferensi dari Istana Bogor, Jawa Barat.

“Ketersediaan bahan-bahan pokok, ini betul-betul harus dicek di lapangan. Saya sudah cek juga ke Bulog, saya cek ke daerah-daerah mengenai panen raya seperti apa, saya melihat beras, daging, telur, gula, terigu, dan lain-lainnya masih berada pada kondisi baik,” ujarnya.

Selain ketersediaan, terjangkaunya harga bahan-bahan pokok, menurut Jokowi, juga harus dipastikan.

Berdasarkan keterangan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan, sejumlah komoditas pertanian di pasaran akan berangsur menuju harga normal.

“Tadi Menteri Pertanian sudah menyampaikan bahwa minggu-minggu depan, mungkin harga gula akan turun pada posisi normal lagi di Rp12.500. Menteri Perdagangan juga menyampaikan kepada saya bawang juga beberapa sudah masuk dan kita harapkan bawang putih pada minggu-minggu depan atau syukur minggu ini sudah kembali ke normal harganya Rp20.000 sampai Rp30.000 per kilogram,” tuturnya.

Lebih lanjut, Presiden meminta Menteri Dalam Negeri memastikan distribusi logistik ke berbagai daerah tidak terhambat karena penutupan akses di sejumlah wilayah.

Presiden juga menginstruksikan Menteri untuk memberi teguran kepada daerah yang menutup akses.

“Saya kemarin mendapatkan laporan dari dua daerah. Urusan beras ini agak terganggu karena ada jalan-jalan yang ditutup. Jadi, tolong kepala daerah diberitahu mengenai ini,” kata Presiden.

Kemudian, Jokowi meminta supaya sejumlah jaring pengaman sosial atau bantuan bagi masyarakat lapisan bawah segera diimplementasikan di lapangan.

Bantuan tersebut diharapkan bisa membantu menjaga daya beli masyarakat saat menjalankan ibadah Bulan Suci Ramadan, dan di tengah kebijakan tanggap darurat Covid-19.

Selain itu, Presiden mengajak tokoh-tokoh agama dan organisasi masyarakat ikut menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat soal disiplin menjaga jarak aman sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Pentingnya cuci tangan yang benar serta berdiam di rumah dalam rangka karantina mandiri juga harus dapat dipahami oleh masyarakat.

“Ini perlu terus disampaikan dalam rangka menjalankan protokol kesehatan secara ketat baik di rumah mau pun di luar rumah secara disiplin,” pungkasnya. (rid/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Selasa, 7 Desember 2021
25o
Kurs