Senin, 15 Agustus 2022

Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Pasar

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Operasi pasar digelar di Kantor Kelurahan, Kecamatan, Balai RT dan RW. Lokasi yang dipilih, sangat strategis dan mudah dijangkau masyarakat, Rabu (21/4/2021). Foto: Humas Pemkot Surabaya

Untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota Surabaya menggelar operasi pasar atau pasar murah.

Trio Wahyu Bowo Kepala Bidang Distribusi Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya mengatakan, operasi pasar ini lokasinya bisa berada di kantor kelurahan, kecamatan, balai RT dan RW. Lokasi yang dipilih, tentunya strategis dan mudah dijangkau masyarakat. “Kita gelar operasi pasar. Harga komoditas yang dipasarkan itu dibawah harga pasar,” kata Trio, Rabu (21/4/2021).

Ia mencontohkan, misalnya untuk minyak goreng, saat ini 1 liternya di pasar harganya kisaran Rp14-15 ribu. Sedangkan di operasi pasar, harga yang ditawarkan kisaran Rp12.900. Harga yang sama juga berlaku untuk komoditas lain seperti gula.

“Gula itu di pasar atau toko modern harga kisaran Rp12.500 ribu per kilogram. Kita pasarkan dengan harga kisaran Rp11.800 per kilogram,” jelasnya.

Harga komoditas seperti daging ayam yang ditawarkan di operasi pasar juga lebih murah, yakni kisaran Rp30 ribu per kilogram. Sedangkan di pasaran, harganya masih di kisaran Rp35 ribu per kilogram.

“Untuk harga telur di luar kisaran Rp24-25 ribu dan di operasi pasar kita jual kisaran Rp22 ribu. Jadi ada selisih Rp3 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Trio menyebut, operasi pasar berlangsung dengan cara bergiliran di 31 kecamatan Surabaya. Dalam satu hari, Disdag Surabaya menargetkan operasi pasar rata-rata digelar di dua sampai tiga kecamatan.

“Target kita di 31 kecamatan. Satu hari minimal di dua lokasi kecamatan. Tapi ada beberapa kecamatan yang menginginkan untuk lebih dari dua lokasi operasi pasar,” kata dia.

Pihaknya menilai, operasi pasar ini sangat efektif untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Terutama, selama bulan suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri. Setidaknya ada dua efektivitas yang diharapkan tercapai dalam operasi pasar tersebut.

“Pertama, harganya langsung diterima warga kota dengan murah. Kedua, warga kota tidak perlu jauh-jauh membeli di tengah kota atau di pasar-pasar, apalagi sekarang pandemi,” tuturnya.

Menariknya, dalam setiap operasi pasar ini Disdag Surabaya juga menggandeng pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat. Sehingga warga tak hanya disuguhkan beragam kebutuhan pokok, namun juga produk-produk UMKM Surabaya.(man/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Senin, 15 Agustus 2022
27o
Kurs