Sabtu, 25 Juni 2022

Lepas Ekspor Rp35 Triliun, Mendag: Bukti Ekonomi Nasional Mulai Pulih

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan (kemeja putih) memimpin Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021 di PT Toyota Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang International Industrial City, Jawa Barat, Kamis (23/12/2021). Foto: Kemendag RI

Muhammad Lutfi Menteri Perdagangan (Mendag), hari ini, Kamis (23/12/2021), memimpin “Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021” yang dilaksanakan secara hibrida, di Pabrik PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Karawang International Industrial City, Jawa Barat.

Acara yang diikuti 278 eksportir dari 62 kabupaten/kota di 26 provinsi itu membukukan nilai Rp35,03 triliun.

Tingginya nilai ekspor itu menurut Mendag menjadi bukti nyata mulai pulihnya perekonomian nasional sesudah sempat terkena imbas pandemi Covid-19.

Lutfi berharap, momentum baik ini bisa terus dijaga dengan serius supaya perekonomian Indonesia lebih cepat bangkit dan tumbuh.

Baca juga: Pemulihan Ekonomi Dibayang-bayangi Scarring Effect di Masyarakat

“Hari ini saya melepas ekspor senilai Rp35,03 triliun secara serentak di 18 titik di 62 kabupaten/kota di 26 provinsi di Indonesia secara hibrida. Pelepasan ekspor ini merupakan kolaborasi dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional, serta meningkatkan kinerja ekspor nasional. Saya berharap pelepasan ekspor ini dapat memotivasi kalangan dunia usaha untuk terus mempertahankan dan memperluas pasar ekspornya,” ujarnya di Karawang, Jawa Barat.

Pemerintah, lanjut Mendag, terus berupaya fokus pada peningkatan kinerja ekspor dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional.

“Secara simultan, pertumbuhan ekspor yang signifikan juga akan mendorong inovasi dan peningkatan kualitas industri dalam negeri. Kedua hal ini merupakan fondasi utama untuk memulihkan ekonomi nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia Maju 2045,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Lutfi menyampaikan, Kementerian Perdagangan sering bertemu dan berdiskusi dengan eskportir.

“Kami selalu motivasi para pelaku usaha untuk berani mengeksplorasi peluang pasar baru di kawasan emerging markets dan pasar nontradisional. Terlebih dengan adanya ketidakpastian di negara-negara pesaing, kita justru dapat memanfaatkan potensi ekspor yang selama ini belum dioptimalkan seperti Afrika, Asia Selatan, Asia Barat, Eropa Timur dan negara-negara di kawasan Oseania,” katanya.

Sejumlah pimpinan pemerintah pusat dan daerah turut hadir di wilayah akreditasi masing-masing antara lain Jerry Sambuaga Wakil Menteri Perdagangan, Syamsuar Gubernur Riau, Abdul Fatah Wakil Gubernur Bangka Belitung, Hadi Mulyadi Wakil Gubernur Kalimantan Timur, dan Cellica Nurrachadiana Bupati Karawang.

Kemudian, Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik, Yuliyanto Wali Kota Salatiga, Hendrar Prihadi Wali Kota Semarang, dan Wahyu Irawan Wakil Bupati Boyolali.

Baca juga: Kemenparekraf Alokasikan Dana 681 Miliar, Untuk Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sedangkan dari kalangan pengusaha dan asosiasi turut hadir Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta perwakilan dari Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Lebih lanjut, Lutfi bilang pertumbuhan ekspor nonmigas yang terus menerus surplus hingga akhirnya meraup nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah ini, bukan cuma hasil kerja keras pemerintah pusat, tetapi juga para eksportir dan pemerintah daerah.

“Acara hari ini sekaligus bentuk apresiasi kepada pemerintah di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten yang sehari-hari melayani kebutuhan para eksportir,” jelas Mendag.

Selain fokus utama di Karawang, Jawa Barat, terdapat 17 titik pelepasan yang terkoneksi langsung secara daring yang meliputi Pangkal Pinang (Bangka Belitung); Pelalawan dan Pekanbaru (Riau); Lampung; Bogor dan Bekasi (Jawa Barat); Salatiga, Boyolali dan Semarang (Jawa Tengah); Gresik dan Sidoarjo (Jawa Timur); Yogyakarta; Mataram (NTB); Pontianak (Kalimantan Barat); dan Samarinda (Kalimantan Timur), serta Serang dan Banten (Jawa Barat).

Secara keseluruhan, terdapat 26 provinsi yang mendukung acara “Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021.”

Antara lain, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Riau, Bengkulu, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

Secara kumulatif, kinerja ekspor Indonesia pada Januari-November 2021 mencapai USD 209,16 miliar atau naik 42,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia bulan November 2021 mengalami surplus USD 3,51 miliar yang sekaligus melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020, dan tercatat sebagai nilai ekspor bulanan tertinggi sepanjang sejarah.

Produk ekspor nonmigas dari Indonesia yang menerima permintaan tertinggi di pasar dunia meliputi lemak dan minyak hewan/nabati, bahan bakar mineral, besi dan baja, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta karet dan produk karet.

Sedangkan lima negara yang menjadi pasar tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok (USD 46 miliar); Amerika Serikat (USD 23,13 miliar), Jepang (USD 15,18 miliar), India (USD 11,87 miliar) dan Malaysia (USD 9,66 miliar).

Mendag juga menyampaikan apresiasinya kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang telah mendukung acara pelepasan ekspor ini.

“Secara khusus, kami menyampaikan terima kasih kepada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang telah menyediakan tempat sebagai lokus utama acara Pelepasan Ekspor Akhir Tahun 2021,” pungkas Lutfi.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 25 Juni 2022
30o
Kurs