Minggu, 22 Mei 2022

Menko Perekonomian: Indonesia Berhasil Mengakselerasi Transformasi Digital

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (kiri) berbincang dengan Joko Widodo Presiden dalam acara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Virtual Innovation Day 2021 di Istana Negara, Jakarta, Senin (11/10/2021). Foto: Antara

Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, Indonesia sudah cukup berhasil mengakselerasi transformasi digital ke dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk di sektor keuangan di tengah pandemi Covid-19.

“Ini merupakan peluang untuk mengakselerasi transformasi digital di sektor keuangan sehingga tentunya berkontribusi positif terhadap pemulihan ekonomi nasional,” katanya dalam OJK Innovation Virtual Day 2021, dilansir Antara.

Airlangga mengatakan pandemi menjadi momentum yang pas untuk mengadopsi adanya berbagai perkembangan digital dalam rangka mendorong pemulihan.

Keberhasilan Indonesia dalam mengadopsi teknologi digital dapat terlihat salah satunya melalui pertumbuhan yang positif pada sektor informasi dan komunikasi.

Menurutnya, pertumbuhan positif di sektor informasi dan komunikasi ini dipicu pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung memiliki tingkat pemanfaatan teknologi tinggi selama pandemi.

Pergeseran perilaku masyarakat ke arah digital tersebut telah berdampak pada aspek penunjang ekonomi di kehidupan sehari-hari sehingga pertumbuhan pada triwulan II-2021 mampu mencapai 7,07 persen (yoy).

Terlebih lagi, Indonesia memiliki bonus demografi yang mendukung ekosistem ekonomi digital berkelanjutan yakni banyaknya generasi Z dan milenial dengan usia delapan sampai 39 tahun.

“Penduduk ini memiliki tingkat adopsi digital yang tinggi dan merupakan pengguna internet. Tentunya menggunakan ponsel atau media sosial,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebanyak 37 persen konsumen baru telah muncul selama pandemi Covid-19 dan 93 persen di antaranya dinilai akan tetap memanfaatkan produk ekonomi digital setelah pandemi.

Tak hanya itu, akselerasi ini juga terlihat dari 41,9 persen transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia dan transaksi di Indonesia per hari ini mencapai Rp44 miliar yang disumbang oleh e-commerce dan sektor lain.

“Itu melingkupi sektor-sektor edu-tech dan health-tech sebagai dampak dari pembelajaran dan konsultasi kesehatan secara online,” katanya.

Transaksi e-commerce perbankan digital dan uang elektronik dia prediksi meningkat tahun ini dengan peningkatan terbesar di e-commerce yaitu 48,4 persen. Sedangkan uang elektronik sekitar 35,7 persen sampai 30,1 persen.

Fintech lending pun, kata dia, turut mengalami perkembangan pesat dengan outstanding pinjaman pada Agustus 2021 meningkat menjadi Rp26,09 triliun dan pinjaman baru sebesar Rp101,47 triliun.

“Peluang itu tentu mendapatkan berbagai tantangan terutama di ekosistem digital,” ujarnya.(ant/den/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
29o
Kurs