Senin, 13 Juli 2026

Muktamar Kembali ke Jombang, Gus Salam Sebut Tambak Beras jadi Titik Awal Sejarah Ulama NU

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam pengasuh pondok pesantren Denanyar Jombang saat ditemui di Surabaya, Senin (13/7/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Pondok Pesantren Tambak Beras, Jombang memiliki nilai sejarah yang panjang dalam perjuangan dan gerakan para ulama pada awal abad ke-19. Pesantren dengan usia dua abad itu kini kembali menjadi lokasi digelarnya Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026.

KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar Jombang itu menyambut positif penetapan Tambak Beras sebagai lokasi Muktamar.

Menurutnya, Tambak Beras memiliki nilai historis besar karena menjadi titik awal perjalanan pergerakan ulama hingga lahirnya NU. Gus Salam juga membeber pesantren itu sudah berdiri sejak 1825 dan menjadi yang tertua di Jombang.

“Walaupun secara usia dari tiga pendiri NU yang paling sepuh adalah Mbah Hasyim, tapi pesantren yang tertua di Jombang itu Tambak Beras karena usianya sudah dua abad,” kata Gus Salam di Surabaya, Senin (13/7/2026).

Gus Salam mengatakan, sejumlah pesantren besar di Jombang memiliki keterkaitan sejarah dengan Tambak Beras, termasuk Pondok Pesantren Tebuireng dan Denanyar.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 13 Juli 2026
27o
Kurs