Jumat, 7 Oktober 2022

Presiden: Investasi dan Hilirisasi Industri Kunci Wujudkan Transformasi Ekonomi Nasional

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden menyampaikan pidato pada acara peluncuran Program Konektivitas Digital 2021, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Foto; Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden mengungkapkan, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 mencapai 4,5 sampai 5,5 persen.

Untuk mencapai target itu, dalam setahun Indonesia harus mampu membalikkan kondisi dari minus 2,19 persen menjadi plus 5 persen, atau bahkan lebih.

Jokowi yakin, kunci pencapaian pertumbuhan ekonomi ada pada investasi.

Pernyataan itu disampaikan Presiden dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2021, Jumat (5/3/2021), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

“Kuncinya ada di Pak Bahlil, Kepala BKPM. Tiap hari saya telepon, saya tanya terus, berapa persen bisa realisasi tahun ini, berapa triliun bisa naik, siapa yang masuk, sudah sampai mana, targetnya tercapai apa tidak? Setiap hari saya tanya,” ujarnya.

Kepala Negara menambahkan, banyak peluang usaha yang bisa membuka lapangan kerja sekaligus memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

Maka dari itu, Presiden memerintahkan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menyambungkan antara investor, baik asing mau pun dalam negeri, dengan para pengusaha di daerah.

Selain itu, Presiden melihat dengan hilirisasi dan industrialisasi, Indonesia akan berhasil mewujudkan sebuah transformasi ekonomi.

“Kalau transformasi ekonomi berhasil, Indonesia akan melesat menjadi lima besar ekonomi terkuat dunia,” imbuh Jokowi.

Berdasarkan sejumlah indikator, peluang tersebut sangat terbuka lebar. Indonesia memiliki ukuran ekonomi dan peluang bisnis yang sangat besar dengan adanya 270 juta penduduk.

Di samping itu, daya beli rakyat juga sangat besar. Indeks konsumsi konsumen Indonesia terus meningkat dan tercatat berada di angka 84,9 pada Januari 2021, setelah sebelumnya berada di angka 79 pada Oktober 2020.

Konsumsi rumah tangga Indonesia juga sudah menunjukkan sinyal positif, walau pun masih di minus 3,6 persen di kuartal IV 2020 setelah sebelumnya sempat anjlok di minus 5,5 persen di kuartal II 2020.

Sementara, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2020 masuk 15 besar PDB dunia.

“Banyak lembaga-lembaga dunia yang memprediksi Indonesia akan menempati posisi lima besar dengan PDB terkuat di dunia. Pada tahun 2021, PDB kita diprediksi akan kembali, tadi sudah saya sampaikan, pada angka 4,5-5,5 persen,” tandasnya.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Mobil Mogok dan Nutup Sebagian Jalur Layang Mayangkara

Truk Terguling di Raya Kedamean Gresik

Truk Mogok di Mastrip arah Kedurus

Mobil Terbalik di Merr Surabaya

Surabaya
Jumat, 7 Oktober 2022
32o
Kurs