Kamis, 22 April 2021

Surabaya-Sidoarjo-Gresik akan Connect Transportasi Massal

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Tiga kepala daerah, (dari kiri ke kanan) Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya, Gus Muhdlor Bupati Sidoarjo dan Gus Yani Bupati Gresik berbincang dalam Collabo Leaders: Thre3 Mas Kada di Suara Surabaya Centre, Senin (8/3/2021). Foto: Anton suarasurabaya.net

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya mengatakan, salah satu program kolaborasi yang akan dijalankan bersama Gus Muhdlor Bupati Sidoarjo dan Gus Yani Bupati Gresik adalah di bidang transportasi massal. Menurutnya, mobilisasi warga di ketiga wilayah ini harus ter-connect karena ada warga Surabaya yang bekerja di Sidoarjo atau Gresik, begitu juga sebaliknya.

“Tujuan kita bagaimana meng-connect-kan antar daerah. Transportasi massal tidak hanya jalan, karena sudah pasti ada Ahmad Yani-Merr masuk Sidoarjo, Lingkar Timur ketemu di Gresik. Kalau kami mengatakan transportasi massal jangan berhenti di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik harus kena semua,” kata Eri dalam acara talkshow  Collabo Leaders: Thre3 Mas Kada di Suara Surabaya Centre, Senin (8/3/2021).

Ia menambahkan, Surabaya Raya tidak bisa dipisahkan lagi, harus jadi satu. “Surabaya ada anggaran transportasi massal, Sidoarjo, Gresik enggak, berhenti ini.”

Selain tentang transportasi, program kolaborasi yang akan digarap bersama yaitu terkait pertanian dan pertambakan. Eri mencontohkan, Surabaya akan bekerjasama dengan wilayah Sidoarjo yang memiliki lahan pertanian. “Harganya bisa lebih murah daripada ambil padinya. Surabaya bisa memberi manfaat buat Gresik dan sebaliknya sehingga bermanfaat dan masyarakat jadi satu. Ekonominya secara otomatis berputar.”

Menjawab pertanyaan dari salah satu netter terkait MRT, ketiganya punya satu jawaban yang sama yaitu akan mendukung penuh.

Eri mengatakan, wacana transportasi massal yaitu MRT sudah diwacanakan oleh Pemerintah Pusat. Ia menyampaikan akan mendukung penuh, namun ia berharap pihaknya bisa turut menentukan jalur-jalur yang akan dilalui oleh MRT.

“Harapan kami jalur yang dilewatin, yang diperlukan mana, jalur yang kami sepakati kami lebih tahu kami harap bisa diakomodir aja. Karena itu sesuai dengan visi kami adalah mengurangi kemacetan,” imbuhnya.

Senada dengan Eri, Gus Muhdlor menyampaikan akan mendukung penuh. Ia juga berharap agar buah pembangunan turut memberikan impact kepada masyarakat yang dilalui. “Jangan sampai stasiunnya di Porong, masyarakat Porong tidak akan mendapatkan apa-apa. Misal (produk) UMKMnya terpampang semua, jadi ada impact lain selain untuk kemacetan.”

Gus Yani turut mengamini pendapat dari dua kepala daerah sebelumnya, ia memastikan bila ketiganya memiliki frekuensi yang sama yaitu mengurai kemacetan, langkah selanjutnya adalah menentukan mana-mana lokasi yang dilalui oleh MRT.

“Keunggulan dan kelemahan masing-masing daerah ini kita jadikan tematiknya,” jelas Gus Yani.(dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Kamis, 22 April 2021
29o
Kurs