Rabu, 8 Februari 2023

Batas Harga Minyak Dimulai, Rusia Hanya akan Jual dengan Harga Pasar

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Tampilan udara menunjukkan kapal tanker Vladimir Arsenyev di terminal minyak mentah Kozmino di pantai Teluk Nakhodka dekat kota pelabuhan Nakhodka, Rusia 12 Agustus 2022. Dok: Antara/Reuters

Pembatasan harga oleh Kelompok Tujuh (G7) untuk minyak lintas laut Rusia berlaku pada Senin (5/12/2022). Ini dikarenakan Barat berusaha membatasi Moskow dalam membiayai perangnya di Ukraina, tetapi Rusia tidak akan mematuhi tindakan itu meskipun telah memangkas produksi.

Mengutip Antara yang bersumber Reuters, batasan harga yang diberlakukan G7, Uni Eropa dan Australia, datang ketika pelarangan lalu lintas laut Uni Eropa atas impor minyak mentah Rusia dan janji serupa Amerika Serikat, Kanada, Jepang, dan Inggris.

Kemungkinan pengiriman minyak Rusia ke negara pihak ketiga menggunakan kapal tanker G7 dan Uni Eropa, perusahaan asuransi dan lembaga kredit, jika kargo dibeli atau di bawah batas harga.

Pembatasan oleh perusahaan pengapalan dan asuransi utama dunia terutama negara-negara G7, dapat mempersulit Moskow untuk menjual minyaknya dengan harga lebih tinggi.

Rusia, pengeskpor minyak terbesar kedua di dunia mengatakan, Minggu (4/12/2022), pihaknya tidak menerima batasan tersebut dan tidak akan menjual minyak yang patuh pada pembatasan tersebut, meskipun telah memangkas produksi.

Menjual minyak dan gas ke Eropa menjadi salah satu sumber utama pendapatan mata uang asing Rusia sejak ahli geologi Soviet menemukan minyak dan gas di rawa-rawa Siberia pada dekade setelah Perang Dunia Kedua.

Sebuah sumber yang meminta tidak disebutkan namanya karena sensitivitas situasi, mengatakan kepada Reuters, keputusan yang sedang disiapkan untuk melarang perusahaan dan pedagang Rusia berinteraksi dengan negara dan perusahaan yang tunduk pada batasan tersebut.

Artinya bahwa keputusan itu melarang ekspor minyak dan produk minyak bumi ke negara dan perusahaan yang menerapkannya.

Dengan batasan harga yang ditetapkan 60 dolar AS per barel yang tidak jauh di bawah 67 dolar AS yang ditutup pada Jumat (2/12/2022), Uni Eropa dan G7 memperkirakan Rusia masih terus menjual minya pada harga tersebut dengan menerima keuntungan yang lebih kecil.

Tingkat batas harga akan ditinjau Uni Eropa dan G7 setiap dua bulan, dengan tinjauan pertama pada pertengahan Januari.

“Tinjauan ini akan mempertimbangkan … keefektifan tindakan, penerapannya, kepatuhan dan keselarasan internasional, dampak potensial pada anggota dan mitra koalisi, dan perkembangan pasar,” kata Komisi Eropa dalam sebuah pernyataan.

Batas atas minyak mentah akan mempengaruhi produk minyak bumi Rusia yang berlaku pada 5 Februari meskipun tingkat batas tersebut belum ditentukan.(ant/tik/rst)

Berita Terkait