Sabtu, 20 Agustus 2022

Kemendag Upayakan Peningkatan Produk UKM Indonesia di Pasar Timur Tengah

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Zulkifli Hasan Mendag RI berkunjung ke Kantor Lulu Group International, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Foto: Kemendag

Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan (Mendag) RI, melakukan kunjungan ke Kantor Lulu Group International pemilik ritel modern Lulu Hypermarket, Kamis (30/6/2022), di sela kunjungan kerjanya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Sesudah berkeliling lokasi, Mendag mengatakan siap mendorong produk Indonesia, khususnya produk usaha kecil dan menengah (UKM) semakin banyak yang menembus pasar Timur Tengah, khususnya di UEA.

“Diharapkan pengusaha Indonesia, khususnya UKM lebih mendapat kesempatan memenuhi pasar Timur Tengah. Sehingga, semakin banyak produk lokal yang go internasional,” ujarnya lewat keterangan resmi, Sabtu (2/7/2022).

Menurut Zulhas, peran jaringan Lulu Group International, khususnya Lulu Hypermarket sangat strategis dalam membantu produk UKM Indonesia memasuki pasar UEA.

“Lulu Hypermarket dapat memberikan bimbingan teknis dan promosi bagi pelaku usaha Indonesia khususnya UKM. Selain itu, dapat menyampaikan informasi detail terkait kebutuhan produk di pasar UEA termasuk dalam pelabelan, pengemasan, pendistribusian, dan pembagian segmentasi pasar,” imbuhnya.

Kemendag, lanjut Zulkifli, juga akan memfasilitasi para pelaku usaha dan produsen Indonesia yang sudah terkurasi untuk bisa memasarkan produknya melalui jaringan Lulu International di pasar Uni Emirat Arab, dan di seluruh dunia.

“Kemendag juga akan membuka akses pasar langsung antara Lulu Group International dengan para pelaku UKM,” tambahnya.

Sekadar informasi, Lulu Group International merupakan salah satu perusahaan yang memiliki jaringan pemasaran ritel yang tersebar di seluruh kawasan Timur Tengah dan memiliki 218 gerai di seluruh dunia.

Selama periode 2019-2020, ekspor Indonesia ke Uni Emirat Arab melalui Lulu Hypermarket mencapai USD 7,5 juta.

Beberapa produk ekspor Indonesia yang masuk dalam jaringan ritel Lulu Hypermarket di antaranya produk pakaian, buah-buahan segar, kertas, peralatan makan dan peralatan dapur, udang, dan cokelat.

Pada kunjungan itu, Mendag RI didampingi Djatmiko Briss Witjaksono Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional, dan Johni Martha Direktur Perundingan Bilateral juga melakukan pertemuan dengan Ashraf Ali Executive Director Lulu Group International.

Dalam pertemuan itu, pihak Lulu Grup International sepakat mendatangkan lebih banyak produk Indonesia untuk dipasarkan di seluruh ritel Lulu Hypermarket.

Sebelumnya, Kemendag RI sudah menjalin kerja sama promosi dengan Lulu Group International yang dituangkan dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Dubai, Uni Emirat Arab, pada penutupan Expo 2020 Dubai Rabu (30/3/2022).

Penandatanganan MoU itu menjadi salah satu rangkaian kegiatan penutupan Paviliun Indonesia pada Expo 2020 Dubai yang telah digelar selama enam bulan.

Implementasi MoU tersebut, Kemendag telah melakukan penjajakan kesepakatan bisnis (business matching) secara hibrida dengan lima lini usaha yang dimiliki Lulu Group International yang terdiri dari produk dekorasi rumah, garmen, buah-buahan, barang kebutuhan sehari-hari, dan peralatan rumah tangga.

“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan akan menjadi langkah nyata untuk mengimplementasikan kerja sama dan langkah awal bagi masuknya produk-produk UKM Indonesia ke pasar Timur Tengah melalui jaringan ritel Lulu Group International,” pungkas Zulkifli.(rid/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Sabtu, 20 Agustus 2022
30o
Kurs