Selasa, 16 Agustus 2022

Khofifah Minta Masyarakat Tidak Panic Buying, Stok Minyak Goreng Aman

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah saat sidak harga minyak goreng Rp14.000 per liter ke sejumlah toko ritel di Sidoarjo, Kamis (20/1/2022). Foto: Humas Pemprov Jatim

Pemerintah menerapkan kebijakan satu harga untuk minyak goreng kemasan seharga Rp14.000 per liter mulai Rabu (19/1/2022) kemarin.

Khofifah Gubernur Jatim menyatakan, ada 250 juta liter minyak goreng yang disediakan pemerintah setiap bulannya selama enam bulan ke depan.

“Tidak usah panic buying memborong sebanyak-banyaknya. InsyaAllah tercukupi,” kata Khofifah saat sidak ke sejumlah toko ritel di Sidoarjo, Kamis (20/1/2022).

Khofifah mengatakan, kebijakan minyak goreng satu harga adalah upaya lanjutan pemerintah untuk menjamin ketersediaan minyak goreng dengan harga terjangkau.

Baca juga: Mendag: Mulai 19 Januari 2022 Harga Minyak Goreng Rp14 Ribu Per Liter

Tujuannya, agar pemenuhan kebutuhan rumah tangga serta pelaku usaha ultra mikro dan mikro di Indonesia tercukupi.

Penyediaan minyak goreng dengan satu harga ini, kata Khofifah, dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Sedangkan untuk pasar tradisional, masih diberikan waktu satu minggu untuk melakukan penyesuaian harga.

“Pembelian memang dibatasi agar ketersebarannya merata. Jadi kami mohon masyarakat bisa mengerti dan membeli sesuai keperluan atau kebutuhan,” ujarnya.

Pemprov Jatim sendiri, Khofifah mengeklaim, telah menggelontorkan 75.000 liter minyak goreng untuk operasi pasar di sejumlah daerah.

Harga minyak goreng dengan subsidi Pemprov Jatim itu hanya dibandrol Rp12.000/kantong berisi 1 liter.

Langkah itu, kata dia, dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat dan juga menjaga stabilisasi harga minyak goreng di Provinsi Jatim.

Baca juga: Operasi Pasar Minyak Goreng Bersifat Temporer, Bukan untuk Menurunkan Harga

Khofifah berharap, intervensi stabilisasi harga minyak goreng dari Pemerintah Pusat ini bisa menstabilkan harga jual minyak goreng bagi masyarakat umum.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terkait efektivitas program ini di lapangan.

“Semoga dalam waktu dekat harga minyak goreng bisa stabil sepenuhnya. Apalagi sebentar lagi masuk Bulan Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.

Sementara itu, dari hasil sidak di sejumlah toko ritel di Sidoarjo, Khofifah bilang bahwa stok minyak goreng dengan harga standar Rp14.000 per liter mencukupi.

“Hanya kemarin sempat terjadi pembelian dalam jumlah besar. Jadi ada yang kehabisan stok. Tetapi tadi malam sudah kembali di suplai dan aman,” ujarnya.(den/dfn/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
25o
Kurs