Minggu, 29 Mei 2022

Tiga Menteri Jokowi Bersama PDIP Ramu Strategi Tingkatkan Daya Saing Petani Kopi Indonesia

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Tiga menteri kabinet Jokowi hadir dalam webinar "Dialog Kopi Tanah Air", yang digelar PDIP di Gedung Sekolah Partai, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2022). Foto: Faiz suarasurabaya.net

Visi Pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin sejalan dengan komitmen PDI Perjuangan (PDIP) untuk berfokus membawa Indonesia bangkit keluar dari dampak pandemi Covid-19. Termasuk dalam hal peningkatan ekonomi dan daya saing, khususnya yang berkaitan dengan hasil bumi seperti kopi.

Hal itu diungkap oleh tiga menteri kabinet yang hadir dalam webinar “Dialog Kopi Tanah Air”, yang digelar PDIP di Gedung Sekolah Partai, di Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (17/1/2022).

Erick Thohir Menteri BUMN menyatakan Joko Widodo Presiden ingin seluruh program di kementerian dan lembaga benar-benar didorong untuk menyasar langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Terlebih saat ini masih pandemi Covid-19, sehingga terlihat memang terjadi kesenjangan.

“Karena itu, sesuai dengan arahan Pak Presiden, kami semua para pembantu presiden harus memastikan yang namanya keseimbangan ekonomi dan bila perlu juga diintervensi,” kata Erick sebelum mengisi acara itu.

Erick menyatakan Kementerian BUMN dengan perusahaan-perusahaan di bawahnya memiliki kekuatan ekonomi sepertiga Indonesia. Ketua TKN Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 itu memandang BUMN tentu punya tanggung jawab untuk mencari solusi bagi kesejahteraan petani kopi.

“Karena harga kopi dunia sedang naik, tetapi harus dipastikan jangan kenaikan harga kopi ini justru menaikkan yang namanya penjual di tengah, tidak langsung kepada petani,” jelas Erick.

Teten Masduki Menteri Koperasi dan UKM mengatakan sebanyak 99,6 persen pelaku UMK itu berada di sektor mikro. Teten memandang pihaknya perlu bersinergi dengan PDIP untuk meningkatkan para pelaku UKM itu.

“Selama pandemi, saya kira yang menjadi penyelamat ekonomi nasional itu adalah UMKM. Bukan kali ini saja ketika pandemi, tetapi juga pada krisis 1998 dan 2003,” kata Teten.

Mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) itu menyatakan kalau Jokowi telah berpesan untuk memperkuat pondasi ekosistem UMKM Indonesia. Kemudian, mendorong UMKM untuk berkembang.

“Kami ada sinergi dengan PDIP, menyangkut soal pembangunan pangan. Karena saya tahu, dengan Trisaktinya itu sangat kuat PDIP, untuk mendukung kedaulatan pangan. Kita masih banyak pangan yang kita impor, tetapi juga banyak yang bisa kita mengupayakan untuk pada subsidi impor. Oleh karena itu, kami sekarang memperkuat koperasi di sektor pangan, termasuk baik yang institusi impor maupun yang punya orientasi ekspor,” kata Teten.

Kopi, lanjut Teten, termasuk punya potensi ekspor yang sangat besar. Teten menganggap dunia telah mengenal Indonesia sebagai planet kopi. “Ini salah satu keunggulan domestik yang kita bisa perkuat,” tandas Teten.

Siti Nurbaya Bakar Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup menambahkan Jokowi memiliki program kemasyarakatan yang menginginkan proses ekonomi Indonesia berdikari. Di Kementerian LHK, ada program Perhutanan Sosial yang juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak demi menunjang aspek ekonomi masyarakat.

“Dibutuhkan untuk ekonomi kemasyarakatan ini adalah akses kelola kawasan, harus ada lahannya. Tetapi itu saja enggak cukup, harus ada kesempatan berusahanya. Maka sangat relevan ada Menteri BUMN dan Menteri UKM, hari ini saya diundang untuk berdiskusi tentang hal tersebut,” jelas Siti.

Dengan adanya kerja sama lintas pihak, maka program ekonomi kemasyarakatan bisa ditingkatkan. Di samping itu, Siti menginginkan pertumbuhan ekonomi tetap seimbang dengan kelestarian alam.

“Jadi tetap membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi domestik, tetapi sekaligus namanya argoforestry kopi ya, juga artinya menjaga kelestarian, karena keduanya ini harus seimbang,” tegas Siti.

Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP mengatakan sebagai partai politik pendukung Jokowi-KH Ma’ruf, pihaknya punya tanggung jawab mengawal pemerintahan. Dia mengharapkan dialog tiga menteri ini bersama dengan pelaku UMKM dan petani bisa menghasilkan formulasi untuk meningkatkan sektor kopi dari hulu hingga hilir.

Hasto mengatakan, HUT PDIP tahun ini dirayakan dengan tema ‘Bangunlah Jiwa dan Badannya untuk Indonesia Raya’. Dan dalam rangka itu, PDIP akan menggelar festival kopi pada 11-13 Maret 2022.

“Akan diadakan Festival Kopi Tanah Air selama tiga hari dan nanti kita rasakan bahwa di balik kopi yang pahit itu tersembunyi kekuatan ekonomi yang luar biasa,” pungkas Hasto.(faz/ipg)

Bagikan
Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 29 Mei 2022
27o
Kurs