Sabtu, 13 Juli 2024

Ekonom: Konflik Iran-Israel Secara Tak Langsung akan Berdampak pada IHSG

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Bambang Brodjonegoro mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas. Foto: bappenas.go.id

Bambang Brodjonegoro Ekonom sekaligus mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai serangan Iran ke Israel  secara tak langsung akan memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Namun, ia menjelaskan bahwa sebenarnya sentimen utama bagi pergerakan IHSG saat ini lebih dipengaruhi oleh tingkat suku bunga yang tinggi oleh Bank Sentral AS (The Fed).

“Kita lihat IHSG sebelum ramai Iran-Israel, masalah utamanya adalah tingkat suku bunga tinggi yang lebih berpengaruh pada IHSG. Jika ada keputusan The Fed yang tidak sesuai market, maka terjadi capital outflow. Di Indonesia instrumennya ada dua yaitu SBN maupun saham,” ucap Bambang dilansir Antara, Senin (15/4/2024).

Oleh karena itu, eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan kemungkinan tertahannya suku bunga acuan The Fed secara tidak langsung akan memengaruhi kinerja IHSG.

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan pemegang saham IHSG yang termasuk investor asing terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok jangka panjang dan jangka pendek atau hit and run.

Dalam kondisi global saat ini, kelompok jangka pendek akan memindahkan aset mereka ke instrumen yang lebih aman atau safe haven seperti Dolar AS atau obligasi AS.

“Saya lebih melihat akan ada tekanan IHSG tapi tekanan itu juga dibagi dengan dampak tingkat bunga yang tinggi. Jika dilihat sebab akibatnya Iran-Israel bersitegang, maka Dolar AS dan US treasury bond (obligasi AS) akan dicari terus, itu menyebabkan tekanan IHSG karena orang memilih Dolar AS,” jelasnya.

Kendati demikian, Bambang menilai dengan banyaknya emiten besar saat ini yang membagikan dividen, maka diharapkan dapat meredam tekanan global yang ditimbulkan pada IHSG.

Sebagai informasi, kondisi global saat ini tengah berhadapan dengan ketegangan konflik antara Iran dengan Israel, yang dipicu serangan terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah pada 1 April lalu.

Kemudian Iran melancarkan serangan balasan dengan menembakkan puluhan rudal balistik dan ratusan pesawat nirawak (drone) ke Israel, pada Sabtu malam (13/4/2024).

Menurut Israel, serangan itu berhasil digagalkan dan hanya mengenai sebuah pangkalan udara militer di Israel, tetapi tidak menimbulkan kerusakan serius. (ant/sya/saf/ipg)

Berita Terkait

..
Potret NetterSelengkapnya

Pipa PDAM Bocor, Lalu Lintas di Jalan Wonokromo Macet

Perahu Nelayan Terbakar di Lamongan

Surabaya
Sabtu, 13 Juli 2024
23o
Kurs