Menurut Bahlil, ketersediaan stok BBM nasional masih berada pada batas minimal 18–20 hari. Karena itu, dia menegaskan tidak ada kelangkaan BBM.
“Antrean panjang terjadi karena banyak faktor. Salah satu di antaranya adalah ada memang pihak-pihak yang mengantre di pompa bensin hanya untuk ada maksud lain,” kata Bahlil.
Ia menyebut penyalahgunaan BBM bersubsidi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan antrean panjang di Sulawesi Selatan.
Sementara itu, Pertamina menyatakan siap mengikuti kebijakan pemerintah terkait pembatasan distribusi BBM bersubsidi.
Roberth MV Dumatubun Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga mengatakan, pihaknya siap mendukung apabila pemerintah menetapkan pembatasan Pertalite dan Biosolar, termasuk untuk masyarakat yang berada dalam kelompok desil 9 dan 10.

NOW ON AIR SSFM 100

