Jumat, 8 Mei 2026

Bank Jatim Bagi Dividen Rp850 Miliar dan Rombak Pengurus

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Jajaran pengurus Bank Jatim bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim dalam RUPS Tahunan. Foto: Bank Jatim

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) membagikan dividen sebesar Rp850,17 miliar kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025.

Nilai dividen tersebut setara Rp56,62 per lembar saham atau sebesar 55 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025. Jumlah itu meningkat dibanding dividen tahun sebelumnya yang berada di angka Rp54,71 per lembar saham.

Winardi Legowo Direktur Utama Bank Jatim menjelaskan, peningkatan dividen ditopang oleh kinerja keuangan perseroan yang tetap positif di tengah dinamika ekonomi sepanjang 2025.

“Atas beberapa hal yang telah Manajemen terapkan dengan didukung oleh produktifitas team yang solid termasuk melalui kolaborasi konsolidasi bersama 4 Bank Pembangunan Daerah yang tergabung dalam KUB, kinerja keuangan konsolidasi perseroan tahun 2025 cukup positif,” katanya dalam keterangan, Jumat (8/5/2026).

Secara konsolidasi, aset Bank Jatim tercatat mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan (YoY). Laba bersih konsolidasi mencapai Rp1,61 triliun atau naik 24,80 persen YoY.

Sementara secara bank only, Bank Jatim mencatat pengelolaan aset sebesar Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen YoY serta laba bersih sebesar Rp1,546 triliun atau meningkat 20,65 persen dibanding tahun sebelumnya.

Winardi mengatakan, sepanjang 2025 perseroan menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga performa bisnis dan keuangan. Di antaranya menjaga keseimbangan pengelolaan Dana Pihak Ketiga (DPK), memperbesar rasio dana murah, penerbitan obligasi, penyaluran kredit secara selektif, efisiensi biaya, hingga peningkatan transaksi digital.

“Kemudian untuk mendukung visi menjadi BPD Nomor 1 Di Indonesia, manajemen kembali melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama yaitu aspek tata kelola & manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi manpower sebagai asset utama, kekuatan teknologi informasi dan digitalisasi proses bisnis, dan optimalisasi sinergi bisnis untuk KUB,” ucapnya.

Selain membagikan dividen, RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 juga menyetujui perubahan nomenklatur struktur organisasi serta susunan pengurus perseroan.

Dalam jajaran direksi, Bank Jatim mengangkat Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Sementara Moh. Nasih yang sebelumnya menjabat Anggota Dewan Pengawas Syariah diangkat menjadi Komisaris Independen. Posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah kemudian diisi Abdullah Syamsul Arifin.

Adapun perubahan nomenklatur terjadi di sejumlah posisi direksi. Direktur Keuangan, Treasury & Global Services berubah menjadi Direktur Keuangan & Tresuri. Direktur Bisnis Menengah, Korporasi & Jaringan berubah menjadi Direktur Menengah, Korporasi & Kelembagaan. Direktur Bisnis Mikro, Ritel & Usaha Syariah berubah menjadi Direktur Ritel & Syariah. Sedangkan Direktur IT, Digital & Operasional berubah menjadi Direktur Teknologi Informasi, Digital & Operasi.

Winardi juga menyebut Bank Jatim memulai tahun 2026 dengan capaian kinerja yang tetap tumbuh positif. Hingga kuartal I 2026, laba bersih konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp661 miliar atau tumbuh 90,41 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pencapaian ini tidak lepas dari berbagai terobosan strategis yang dilakukan Bank Jatim untuk mengakselerasi bisnis, salah satunya melalui sinergi bersama UMKM serta digitalisasi yang memungkinkan layanan bank menjadi lebih mudah dan nyaman bagi seluruh nasabah,” ucapnya.

Hingga Maret 2026, total kredit konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp109,22 triliun atau tumbuh 40,85 persen YoY. Total aset perseroan juga meningkat menjadi Rp164,07 triliun atau tumbuh 38,85 persen YoY. Sementara total DPK naik 37,59 persen YoY menjadi Rp122,80 triliun.

“Berkomitmen untuk secara aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan berbagai program pemerintah provinsi Jawa Timur berjalan efektif dan memberikan dampak langsung kepada sektor riil serta masyarakat luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengapresiasi capaian kinerja Bank Jatim sepanjang Tahun Buku 2025 yang dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan secara konsisten.

“Kinerja keuangan Bank Jatim sepanjang tahun 2025 menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, tercermin dari pertumbuhan aset, peningkatan penyaluran kredit, serta penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menunjukkan kemampuan dalam menjaga momentum pertumbuhan secara konsisten,” katanya.

Ia menegaskan Bank Jatim memiliki posisi strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan dan sektor riil.

“Kita memahami bahwa Jatim saat ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Peran Bank Jatim menjadi semakin krusial, sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan pembangunan dapat terhubung secara nyata dengan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya

Ia juga meminta Bank Jatim terus memperkuat posisi sebagai regional champion melalui penguatan ekosistem daerah, optimalisasi produk syariah, percepatan transformasi digital, hingga peningkatan pembiayaan sektor produktif terutama UMKM.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan Bank Jatim tidak hanya tumbuh secara kinerja, tetapi juga semakin kuat dalam memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian daerah,” tandasnya.(ris/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Jumat, 8 Mei 2026
32o
Kurs