Selasa, 14 Juli 2026

Bapanas Distribusikan 678,87 Ribu Ton Beras SPHP hingga Pertengahan Juli 2026

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Sejumlah kemasan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ukuran 5 kilogram. Foto: Antara

Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), mengungkapkan realisasi distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai 678,87 ribu ton hingga pertengahan Juli 2026.

Maino Dwi Hartono menjelaskan, penyaluran beras SPHP sejak Maret hingga 12 Juli 2026 saja telah mencapai 457,82 ribu ton, atau setara 55,29 persen dari target penyaluran pada periode tersebut.

“Jika digabungkan dengan realisasi penyaluran Januari hingga Februari sebesar 221,05 ribu ton, total distribusi beras SPHP sepanjang awal Januari sampai minggu kedua Juli 2026 mencapai 678,87 ribu ton,” kata Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas, seperti dilaporkan Antara, Selasa (14/7/2026).

Ia menyebut, capaian ini meningkat sekitar 274 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mengingat realisasi penyaluran beras SPHP hingga 9 Juli 2025 baru berada di kisaran 181,17 ribu ton.

Maino Dwi Hartono menambahkan, pemerintah menargetkan total penyaluran beras SPHP sebanyak 828 ribu ton sepanjang 2026, dengan memperluas jalur distribusi menjadi sembilan titik penyaluran agar intervensi pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan merata.

Ia menegaskan bahwa penyaluran SPHP tidak lagi difokuskan hanya di pasar tradisional, melainkan turut diperluas melalui berbagai kanal seperti Gerakan Pangan Murah (GPM), sehingga beras terjangkau dapat langsung menjangkau kantong-kantong masyarakat.

“Kita gelontorkan beras SPHP sebanyak 828 ribu ton ditargetkan. Kita punya outlet-outlet penyaluran SPHP cukup banyak. Ada di 9 titik. Artinya pelaksanaannya harus lebih masif, langsung penetrasi ke masyarakat, tidak di pasar saja,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maino Dwi Hartono menegaskan bahwa pelaksanaan program SPHP beras masih on the track atau sesuai target yang ditetapkan. Ia menyebut, ketersediaan stok beras Perum Bulog yang mencapai lebih dari 5 juta ton turut memberi ruang gerak yang leluasa bagi pemerintah dalam melaksanakan berbagai langkah intervensi pasar.

“Kita punya program beras SPHP tahun 2026 ini dengan target sekitar 828 ribu ton yang akan disalurkan ke masyarakat dan sampai hari ini realisasi kita sudah mencapai lebih 55 persen, artinya kalau sekarang sudah di tengah tahun, ini on the track,” tambah Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas.

Bapanas turut menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjaga kewajaran harga di setiap lini rantai pasok pangan, mulai dari hulu atau tingkat petani hingga hilir atau masyarakat sebagai konsumen akhir.

“Artinya hari ini petani senang karena harganya (gabah) baik, bahkan beberapa harga-harga di petani sudah Rp7.500 atau ada yang Rp8.000 per kg. Satu sisi petani happy, petani senang, tapi satu sisi juga kita harus jaga agar konsumen juga menerima harga dengan harga wajar,” kata Maino Dwi Hartono, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas.

Sebagai catatan, penyaluran beras SPHP dilaksanakan oleh Perum Bulog atas penugasan Bapanas. Beras disalurkan dalam kemasan 5 kilogram dengan kualitas medium, memiliki tingkat pecahan sekitar 25 persen serta kadar air 14 persen sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Distribusi dilakukan melalui berbagai jalur, mulai dari pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih), Gerakan Pangan Murah (GPM) yang melibatkan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, hingga outlet binaan pemerintah daerah, koperasi badan usaha milik daerah, koperasi instansi pemerintah, serta Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog yang tersebar di sekitar 80 ribu titik. Penyaluran turut menyasar swalayan dan toko modern guna memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.

Beras SPHP dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku per zona, yakni Rp12.500 per kilogram untuk zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100 per kilogram untuk zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), serta Rp13.500 per kilogram untuk zona 3 (Maluku, Papua).

Berbeda dengan pola tahun-tahun sebelumnya yang bersifat berkala mengikuti puncak musim panen, penyaluran beras program SPHP pada 2026 kali ini dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani secara berkelanjutan.(ant/iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Selasa, 14 Juli 2026
30o
Kurs