Dia menilai bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan sebagai modal untuk memperkuat inovasi, produktivitas, dan daya saing nasional.
Berly mencontohkan bagaimana Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan berhasil mengubah potensi generasi mudanya menjadi kekuatan ekonomi, teknologi, dan budaya yang mendunia.
Menurut Berly, Indonesia juga memiliki peluang besar untuk membangun kekuatan ekonomi kreatif berbasis identitas nasional, termasuk melalui kekayaan budaya dan kuliner Nusantara.
“Indonesia harusnya menjadi wave (gelombang) dunia. Keresahan ini yang perlu dimunculkan agar momentum 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 nanti menjadi motor penggerak bagi kita untuk betul-betul mewujudkan Indonesia Emas 2045, bukan Indonesia Cemas,” pungkasnya. (faz/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

