BI menyebut perbaikan tersebut didorong peningkatan kinerja kelompok peralatan informasi dan komunikasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor. Masing-masing tumbuh 1,0 persen mtm dan 1,3 persen mtm, setelah pada April 2026 tercatat minus 9,4 persen mtm dan 0,2 persen mtm.
Kelompok lain juga menunjukkan perbaikan, meski masih berada di zona kontraksi. Di antaranya makanan, minuman, dan tembakau yang turun 1,3 persen mtm, barang budaya dan rekreasi turun 4,2 persen mtm, serta subkelompok sandang turun 11,0 persen mtm.
Perkembangan tersebut dipengaruhi permintaan masyarakat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Kenaikan Yesus Kristus, Iduladha, dan Waisak.
Dari sisi harga, BI memprakirakan tekanan inflasi pada Agustus 2026 meningkat, sementara pada November 2026 relatif stabil.
Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Agustus 2026 sebesar 178,0, lebih tinggi dibandingkan IEH Juli 2026 sebesar 175,8. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya harga bahan baku. Sementara itu, IEH November 2026 diprakirakan sebesar 167,5, relatif stabil dibandingkan IEH Oktober 2026 sebesar 167,6. (ant/bil)

NOW ON AIR SSFM 100

