Keluarga yang berada pada desil yang sama juga belum tentu memiliki kondisi sosial ekonomi yang identik.
Dilansir dari Antara, BPS menegaskan bahwa penentuan desil tidak hanya berdasarkan satu indikator, seperti penghasilan, kepemilikan barang, pekerjaan, atau daya listrik.
Posisi keluarga dihitung dengan mempertimbangkan sejumlah karakteristik sosial ekonomi secara bersamaan.
Faktor yang diperhitungkan antara lain kondisi tempat tinggal, sumber air minum, bahan bakar dan energi untuk memasak, kepemilikan aset, daya serta konsumsi listrik, komposisi keluarga, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan kondisi disabilitas.
Berbagai karakteristik tersebut diolah menggunakan metode statistik Proxy Means Test (PMT) untuk memperkirakan posisi kesejahteraan relatif berdasarkan kondisi yang dapat diamati.

NOW ON AIR SSFM 100

