“Bauran kebijakan BI akan terus diperkuat guna merespons tekanan terhadap sektor eksternal, nilai tukar, dan inflasi sehingga dapat menciptakan iklim ekonomi yang kondusif,” ujarnya.
Selain itu, Destry memberikan perhatian khusus terhadap kebijakan lalu lintas devisa (LDD). Ia menilai pengawasan terhadap aktivitas devisa perlu diperkuat, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital dan supervisory technology (suptech).
Menurut Destry, penguatan pengawasan penting dilakukan untuk mengantisipasi potensi penyimpangan, termasuk praktik under-invoicing. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan dan pertukaran data dari berbagai pemangku kepentingan.
“Hal ini amat penting mengingat potensi under-invoicing yang cukup besar namun kami tidak bisa sendirian karena data terkait LLD melibatkan banyak pihak,” jelasnya.
Destry juga menyiapkan penguatan kebijakan keuangan inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

