Riyono Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS meminta pemerintah tetap menjaga keberlanjutan subsidi solar bagi nelayan kecil di tengah gejolak harga energi dunia yang mulai berdampak pada sektor perikanan nasional.
Menurut Riyono yang juga anggota DPR Dapil Jawa Timur VII, kenaikan harga solar non-subsidi sudah mulai dirasakan pelaku usaha perikanan tangkap skala menengah dan besar. Sementara nelayan kecil masih menghadapi persoalan akses mendapatkan solar subsidi.
“Saya sudah cek langsung ke nelayan di Trenggalek dan berdialog dengan mereka. Solar subsidi memang masih aman dan harganya belum naik, tetapi distribusinya belum sepenuhnya mudah diakses nelayan,” ujar Riyono, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, sebagian nelayan saat ini juga belum melaut karena faktor cuaca, seperti gelombang tinggi dan kondisi terang bulan yang memengaruhi hasil tangkapan.
Dalam catatan APBN, alokasi solar subsidi bagi nelayan di bawah 30 GT pada 2026 mengalami sedikit penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah mengalokasikan sekitar 18,41 juta KL dengan realisasi mencapai 18,88 juta KL atau melebihi kuota yang tersedia.
Sedangkan pada 2023, alokasi mencapai 17,40 juta KL dengan realisasi sekitar 17,62 juta KL.
Riyono menilai subsidi tersebut sangat penting untuk menjaga biaya operasional nelayan tetap terjangkau.
“Solar subsidi untuk nelayan saat ini dijual Rp6.800 per liter karena ada subsidi pemerintah sekitar Rp1.000 per liter. Kalau tanpa subsidi, harganya bisa mencapai Rp7.800 per liter. Ini tentu sangat membantu dan meringankan nelayan kecil,” katanya.
Politisi yang akrab disapa Riyono Caping itu menegaskan negara harus hadir secara cepat dan responsif dalam melindungi nelayan kecil di tengah ketidakpastian kondisi energi global.
“Kondisi energi dunia yang tidak menentu membuat negara harus terus siap membela kepentingan nelayan kecil,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peran strategis nelayan kecil dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya sektor protein laut.
“Hampir 90 persen protein dunia dari ikan dan hasil laut dihasilkan nelayan kecil. Artinya, menjaga mereka tetap bisa melaut sama dengan melindungi jutaan rumah tangga nelayan,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke wilayah Pacitan dan Trenggalek, Riyono mengaku menerima banyak aspirasi dari nelayan dan pelaku usaha pesisir. Selain soal ketersediaan solar, nelayan juga berharap harga ikan tetap stabil dan adanya bantuan berkelanjutan untuk mendukung ekonomi masyarakat pesisir.
“Nelayan berharap solar mudah didapat, harga ikan tetap baik, dan ada dukungan nyata untuk keberlangsungan ekonomi pesisir,” pungkasnya.(faz/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

