Menurut Rizal, perlambatan konsumsi rumah tangga perlu menjadi perhatian karena komponen tersebut masih memiliki peran besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Pada kuartal II 2026, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi 2,67 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen yoy.
Rizal menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan struktur sumber pertumbuhan. Ketika konsumsi rumah tangga melambat tetapi pertumbuhan ekonomi tetap berada di kisaran 5 persen, kontribusi komponen lain seperti investasi dan belanja pemerintah menjadi semakin penting.
Karena itu, pemerintah perlu mendorong pemulihan konsumsi rumah tangga pada sisa 2026. Menurut Rizal, sejumlah kebijakan dapat diarahkan untuk menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Langkah ini antara lain pengendalian inflasi pangan, penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, pemberian insentif transportasi, serta kebijakan yang dapat menekan biaya hidup masyarakat.

NOW ON AIR SSFM 100

