Namun, Rizal mengingatkan stimulus konsumsi tidak seharusnya hanya mengandalkan bantuan yang bersifat sementara.
Kebijakan jangka pendek perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkuat sumber pendapatan rumah tangga.
Menurutnya, penguatan pendapatan dapat dilakukan melalui penciptaan lebih banyak lapangan kerja formal, pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK), peningkatan upah riil, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan peningkatan konsumsi tidak hanya terjadi karena masyarakat menggunakan cadangan keuangan atau menambah utang.
Jika konsumsi didorong tanpa diikuti perbaikan pendapatan, masyarakat berpotensi mengurangi tabungan atau meningkatkan utang untuk mempertahankan pola belanja.
“Jadi, strategi kuartal III dan IV harus menggabungkan stimulus jangka pendek dengan penguatan pendapatan agar konsumsi pulih secara lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Rizal. (ant/saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

