Senin, 6 Juli 2026

Ekonom Ubaya: Patriot Bond Berpotensi Perkuat Likuiditas, Tapi Kontrolnya Harus Baik

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Prabowo Subianto Presiden dalam acara Town Hall Meeting Danantara Indonesia 2025. Foto: Dok Biro Pers Setpres

Adapun Patriot Bond dan Merah Putih Bond sebelumnya ditawarkan dengan imbal hasil sekitar dua persen dan tenornya 5-7 tahun. Menurut Firman, angka imbal hasil itu memang tergolong kecil, tetapi masih bisa berubah karena pada dasarnya instrumen tersebut mengikuti mekanisme penawaran dan permintaan.

Ia menyebut, pemerintah tentu memiliki strategi ketika mematok imbal hasil di angka tersebut. Apalagi, instrumen ini ditujukan untuk menarik dana besar, termasuk dana yang selama ini berada di luar negeri.

“Tapi karena ini juga sebenarnya adalah penawaran dan permintaan kan, tentu bisa saja kemungkinan itu akan berubah bisa. Saya kira begitu. Dari dua persen, kemudian jadi tiga persen begitu. Jadi ini kan seperti kalau kita lelang itu loh, lelang itu kan biasanya dipatok di bawah dulu ya. Terus bisa naik begitu,” ungkapnya.

Selain menambah likuiditas, kata Firman, Patriot Bond dan Merah Putih Bond juga disebut dapat menjadi sumber pembiayaan bagi proyek strategis nasional, termasuk proyek Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

Kata Firman, pembiayaan untuk proyek seperti itu bisa berdampak positif jika benar-benar dikelola secara efektif dan memiliki nilai ekonomi jangka panjang.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Senin, 6 Juli 2026
32o
Kurs