Sementara itu, defisit anggaran dipatok pada kisaran 1,80-2,40 persen PDB, sedangkan rasio utang diproyeksikan berada di level 40,31-40,64 persen PDB.
Pemerintah juga menetapkan sejumlah asumsi makro ekonomi, yakni pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8-6,5 persen, inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar rupiah Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, serta harga minyak mentah Indonesia (ICP) sebesar 70-95 dolar AS per barel.
Selain itu, pemerintah mempercepat pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) melalui RUU PFII. Kawasan ini akan menawarkan berbagai insentif, mulai dari pembebasan pajak, kemudahan perizinan, keimigrasian, ketenagakerjaan, hingga sistem hukum komersial berstandar internasional yang mengadopsi praktik pusat keuangan global seperti Dubai dan Abu Dhabi.
PFII juga akan dilengkapi pengadilan khusus untuk menyelesaikan sengketa bisnis internasional, dengan harapan mampu meningkatkan daya tarik investasi asing sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan regional.
Pada perdagangan Kamis (2/7/2026), bursa saham Eropa ditutup menguat. Indeks Euro Stoxx 50 naik 1,35 persen, FTSE 100 Inggris menguat 1,67 persen, DAX Jerman naik 2,16 persen, dan CAC 40 Prancis bertambah 1,65 persen.

NOW ON AIR SSFM 100

